Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Politik & Hukum»Lapor ke LKPP, Masyarakat Soroti Dugaan Pelanggaran Tender Rp104 Miliar di Kalteng: Pemenang Kontrak SBU-nya Dicabut
    Politik & Hukum

    Lapor ke LKPP, Masyarakat Soroti Dugaan Pelanggaran Tender Rp104 Miliar di Kalteng: Pemenang Kontrak SBU-nya Dicabut

    By RedaksiAgustus 14, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JAKARTA – Sebuah laporan pengaduan serius dilayangkan oleh perwakilan masyarakat kepada Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI. Laporan tersebut menyoroti dugaan pelanggaran berat Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada Anggaran APBD 2025 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan nilai akumulatif kontrak mencapai Rp104.766.100.000.

    Berdasarkan dokumen yang diterima infotipikor.com, dua perusahaan yakni PT. Sangga Buana Multi Karya dan PT. Riana Putra Abadi ditetapkan sebagai pemenang untuk empat paket tender strategis. Namun, fakta mencengangkan terungkap ketika status Sertifikat Badan Usaha (SBU) kedua perusahaan tersebut ternyata berstatus “PENCABUTAN” atau mati hukum berdasarkan database SIKI-LPJK Kementerian PUPR saat proses evaluasi hingga penandatanganan kontrak.

    Indikasi Wilful Blindness dan Bid Rigging

    Dalam laporannya, masyarakat menduga adanya kesengajaan (wilful blindness) dari Pokja Pemilihan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini terlihat dari sikap diskriminatif Pokja yang sangat teliti menggugurkan kompetitor lain—seperti PT Ganesha Dwi Utama yang didiskualifikasi karena masalah administratif satu personel—namun justru “membutakan mata” terhadap status SBU pemenang yang sudah dicabut.

    Baca Juga:  DPW PPP Jawa Barat Gelar Mukerwil I, Perkuat Akidah dan Satukan Langkah untuk Merebut Hati Umat

    Selain itu, ditemukan indikasi pengondisian tender (bid rigging) di mana mayoritas peserta pendamping hanya mendaftar tanpa memasukkan dokumen penawaran harga atau teknis, sehingga memuluskan jalan bagi kedua PT tersebut menjadi pemenang tunggal.

    Daftar Paket Tender Bermasalah:
    1. Paket 1 (PT. Sangga Buana Multi Karya): Kode Tender 10005677000, Nilai Rp47,3 Miliar.
    2. Paket 2 (PT. Sangga Buana Multi Karya): Kode Tender 10009206000, Nilai Rp18,8 Miliar.
    3. Paket 3 (PT. Riana Putra Abadi): Kode Tender 10009734000, Nilai Rp19,3 Miliar.
    4. Paket 4 (PT. Riana Putra Abadi): Kode Tender 10009217000, Nilai Rp19,2 Miliar.

    Desakan Sanksi Blacklist dan Audit Investigatif

    Mengingat pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan dan dana telah dicairkan, pelapor menilai hal ini bukan lagi sekadar potensi kerugian, melainkan Kerugian Keuangan Negara (Actual Loss) karena kontrak dianggap batal demi hukum sejak awal akibat cacat legalitas penyedia.

    Masyarakat mendesak LKPP RI untuk:
    1. Melakukan Audit Investigatif Khusus terhadap sistem LPSE dan Pokja Pemilihan di Pemprov Kalteng serta mencatatnya sebagai “zona merah”.
    2. Merekomendasikan pengembalian uang negara sebesar Rp104,7 miliar karena penyedia tidak berhak menerima pembayaran.
    3. Menjatuhkan sanksi Daftar Hitam (Blacklist) Nasional selama 2 tahun kepada PT. Sangga Buana Multi Karya dan PT. Riana Putra Abadi.

    Baca Juga:  September Hitam: Refleksi Asep Koswara tentang Sejarah, Keadilan, dan HAM

    Total Kerugian Capai Rp212 Miliar?

    Pelapor juga mengungkapkan rencana untuk melaporkan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas). Kasus ini dikaitkan dengan permasalahan serupa di tahun 2022 melibatkan PT. SASANA SAHABAT KOMPAK JAYA senilai Rp108,1 miliar yang diduga ditutup-tutupi oleh LKPP melalui surat nomor 8103/D.4.3/04/2026. Jika digabungkan, total dugaan kerugian negara dari kedua kasus ini mencapai Rp212.877.400.000.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak LKPP RI belum memberikan tanggapan resmi atas laporan terbaru ini. Publik menunggu langkah tegas instansi pembina pengadaan nasional untuk menyelamatkan keuangan daerah di Kalimantan Tengah.

    (Redaksi Infotipikor.com)

    Views: 274
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Kajari Indramayu Himbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial: Cek Fakta Sebelum Sebarkan, Hindari Ujaran Kebencian

    Oktober 14, 2026

    DPW PPP Jawa Barat Gelar Mukerwil I, Perkuat Akidah dan Satukan Langkah untuk Merebut Hati Umat

    Oktober 11, 2026

    September Hitam: Refleksi Asep Koswara tentang Sejarah, Keadilan, dan HAM

    Oktober 9, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Sat Intelkam Polres Agara Gagalkan Peredaran Sabu di Tanoh Alas, LAN Aceh Tenggara Desak Usut Tuntas Hingga ke Bandar

    Oktober 16, 2026

    Dugaan Pelanggaran Administrasi Tender Olahraga di Kabupaten Banjar: SBU Pemenang Terbit Setelah Batas Upload Dokumen

    Oktober 15, 2026

    Dugaan NIB Pemenang Tender Jalan Rp 59 Miliar di Malut Tidak Sesuai, Aktivis Desak LKPP Turun Tangan

    Oktober 15, 2026

    Wali Kota Farhan Usulkan Empat Raperda Strategis, DPRD Kota Bandung Siap Bahas Pengarusutamaan Gender hingga Penyertaan Modal Perumda Tirtawening

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.