Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Politik & Hukum»Komisi I DPRD Buol Soroti Lemahnya Koordinasi Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak
    Politik & Hukum

    Komisi I DPRD Buol Soroti Lemahnya Koordinasi Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak

    By RedaksiAgustus 27, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    BUOL – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buol menyoroti kinerja penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dinilai masih belum maksimal. Persoalan ini menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB dan P3A), Dinas Sosial, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-Pemdes), serta Dinas Kesehatan, pada Rabu (26/8/2026).

    Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Buol, I Wayan Gara, S.Sos., M.K.M., tersebut membahas secara khusus evaluasi pola penanganan dan pendampingan terhadap korban. Komisi I menilai, tingginya angka kasus kekerasan yang terus berulang menunjukkan adanya celah dalam sistem penanganan yang berjalan saat ini.

    Koordinasi Lintas OPD Dinilai Masih Longgar

    Baca Juga:  Sigap Tindak Judi, Kapolsek Badar Bubarkan Lokasi Ilegal di Desa Tenembak Lang, LAN Beri Apresiasi

    I Wayan Gara menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi kuat lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejak tahap pelaporan, proses hukum, hingga pemulihan psikologis korban agar mereka dapat kembali berintegrasi dengan keluarga dan masyarakat.

    “Kami menilai koordinasi masih belum maksimal dalam penanganan kasus, baik dari sisi teknis maupun pendampingan kepada korban. Akibatnya, persoalan ini terus menjadi masalah yang berulang di masyarakat,” ungkap Wayan Gara.

    Menurutnya, lemahnya koordinasi antar-instansi berdampak langsung pada lambatnya proses pemulihan korban. Oleh karena itu, setiap OPD terkait harus memiliki peran yang jelas, terukur, dan saling terhubung dalam rantai penanganan kasus.

    Anggaran dan Sistem Terpadu Jadi Kunci

    Baca Juga:  Kukuhkan Pengurus 2026–2031, PKB Indramayu Targetkan Kenaikan Suara 47 Persen dan Raih 15 Kursi DPRD

    Selain aspek koordinasi, Komisi I juga menyoroti ketersediaan anggaran. Alokasi dana dinilai menjadi faktor krusial untuk memastikan layanan perlindungan, pendampingan hukum, serta rehabilitasi psikososial bagi korban dapat berjalan optimal tanpa terkendala birokrasi.

    Komisi I DPRD Buol menegaskan akan terus mengawal isu ini melalui fungsi pengawasan legislatif. Penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan sekadar urusan administrasi pemerintahan, melainkan menyangkut hajat hidup, perlindungan, dan keselamatan kelompok rentan di masyarakat.

    “Kami berharap pemerintah daerah bersama seluruh OPD terkait segera memperkuat pola koordinasi dan membangun sistem penanganan yang lebih terpadu. Korban tidak boleh dibiarkan menghadapi persoalannya sendiri; mereka berhak mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang memadai,” tutup Wayan Gara. (Moh Fharsi)

    Post Views: 968
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Kukuhkan Pengurus 2026–2031, PKB Indramayu Targetkan Kenaikan Suara 47 Persen dan Raih 15 Kursi DPRD

    Oktober 4, 2026

    Sigap Tindak Judi, Kapolsek Badar Bubarkan Lokasi Ilegal di Desa Tenembak Lang, LAN Beri Apresiasi

    September 30, 2026

    Hadiri Rakorda PSI Kota Bandung, Ketua DPW Laskar Gibran Targetkan Perolehan Suara 12 Persen

    September 26, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Air Sungai Cilamaya Hitam dan Berbusa, Polsek Campaka Turun Langsung Cek Lokasi

    Oktober 6, 2026

    Turunkan Kabel Udara di Astanaanyar, Total 63 Ruas Jalan di Bandung Telah Tertata

    Oktober 6, 2026

    Dari Istana ke Kejari, Laporan Dugaan Penyimpangan DBHP Purwakarta 10 Tahun Kini Ditindaklanjuti Kejaksaan

    Oktober 6, 2026

    Haornas 2026, Kota Bandung Bidik Juara Umum Porprov dan Peparda Jabar, Tegaskan Visi “City of Champions”

    Oktober 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.