PURWAKARTA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Cijaya berlangsung istimewa dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara yang digelar dengan khidmat ini menampilkan atraksi khusus berupa pidato dalam bahasa Inggris yang dibawakan oleh para siswa peserta kursus gratis milik program Pemdes Cijaya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang digulirkan oleh pemerintah desa. Kepala Desa Cijaya, H. Tri Sutisna, mengaku sangat terharu menyaksikan keberanian dan kemahiran anak-anak desa dalam berbahasa asing di depan umum.
“Alhamdulillah, saya merasa terharu melihat tampilnya anak-anak berpidato dalam bahasa Inggris. Ini menjadi salah satu program prioritas kepala desa untuk membekali generasi muda dengan keterampilan global,” ujar H. Tri Sutisna.
Kursus Gratis Selama Satu Tahun
Kades Tri menjelaskan bahwa kursus bahasa Inggris dan komputer yang diadakan oleh Pemdes Cijaya telah berjalan selama satu tahun terakhir dan sepenuhnya gratis bagi warga yang berminat. Ia berharap prestasi yang ditunjukkan oleh para siswa tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi penerus lainnya untuk lebih kreatif dan proaktif dalam menuntut ilmu.
“Kami berharap generasi muda memiliki kreativitas untuk masa depan, salah satunya dengan menguasai bahasa asing. Dengan bekal ini, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Rangkaian acara Maulid diawali dengan penampilan pidato bahasa Inggris yang memukau, dilanjutkan dengan pemberian hadiah apresiasi bagi para peserta kursus, dan ditutup dengan pembacaan Barzanji bersama warga masyarakat. Kehadiran unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat turut memeriahkan suasana, menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya desa dalam mencetak generasi yang tidak hanya religius tetapi juga berwawasan luas.
Melalui momen ini, Pemdes Cijaya ingin menegaskan bahwa investasi terbesar sebuah desa adalah pada kualitas manusia mudanya. Kombinasi antara nilai-nilai spiritual melalui peringatan Maulid dan keterampilan teknis melalui kursus gratis diharapkan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang kompeten dan berakhlak mulia.
(Agus Supriadi)

