Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Politik & Hukum»KPK Soroti Kesulitan Dosen Daerah Raih Beasiswa, Dorong Kebijakan Afirmatif dalam Program BPI
    Politik & Hukum

    KPK Soroti Kesulitan Dosen Daerah Raih Beasiswa, Dorong Kebijakan Afirmatif dalam Program BPI

    By RedaksiJuni 21, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti tantangan yang dihadapi oleh dosen dari perguruan tinggi di luar pusat pendidikan utama dalam mengakses program beasiswa, khususnya Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). KPK menilai bahwa skema kompetisi terbuka saat ini seringkali menyulitkan dosen dari daerah untuk bersaing secara setara dengan rekan-rekan mereka dari kampus-kampus ternama di kota besar.

    Sorotan ini disampaikan dalam diskusi yang melibatkan Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati, serta perwakilan dari lembaga anti-korupsi. Mereka menekankan bahwa pemerataan kualitas pendidikan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan mekanisme kompetisi bebas, melainkan memerlukan kebijakan afirmatif.

    Aji Pamungkas dari Anti-Corruption Agency of Indonesia menjelaskan bahwa banyak dosen dari kampus di luar kota-kota besar menghadapi hambatan signifikan. Meskipun wilayah seperti Bengkulu tidak termasuk dalam kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), dosen-dosen di sana tetap kesulitan mengakses sumber daya akademik dan jejaring riset yang setara dengan dosen di pusat-pusat pendidikan utama.

    Baca Juga:  Kajari Indramayu Himbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial: Cek Fakta Sebelum Sebarkan, Hindari Ujaran Kebencian

    “Skema beasiswa yang bersifat kompetitif masih menyulitkan sebagian dosen, terutama mereka yang berasal dari wilayah dengan akses pendidikan tinggi dan sumber daya akademik yang belum sebanding,” ujar Aji.

    Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara KPK, Budi Prastyo, menyatakan bahwa persaingan bebas dalam program seperti BPI memang terasa berat bagi dosen dari daerah yang mungkin kurang memiliki rekam jejak institusi yang mapan.

    “Memang ada Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), tapi karena persaingannya dengan bersaing bebas itu agak sulit. Bertarungnya itu agak sulit. Nah, apakah kemudian sudah terpikirkan untuk membantu dosen-dosen yang dari daerah-daerah kalau dibilang termarjinalkan?” tanya Budi Prastyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

    Budi berharap adanya pertimbangan untuk menerapkan affirmative action atau kebijakan afirmatif dalam program pengembangan kapasitas dosen. Hal ini bertujuan agar dosen dari perguruan tinggi di luar pusat pendidikan utama memiliki peluang yang lebih adil untuk melanjutkan studi doktoral (S3).

    Baca Juga:  September Hitam: Refleksi Asep Koswara tentang Sejarah, Keadilan, dan HAM

    “Itu kan termarjinalkan. Apakah ada affirmative action untuk itu, sehingga nanti pendidikan perguruan tinggi ini akan merata di seluruh Indonesia. Ini adalah pekerjaan kita bersama untuk meningkatkan pendidikan yang merata,” tegas Budi.

    Sebagai informasi, pemerintah saat ini menyediakan sejumlah skema pendanaan pendidikan lanjut bagi dosen, termasuk melalui BPI dan berbagai program doktoral lainnya. Namun, KPK dan para pemangku kepentingan pendidikan menilai perlu ada perhatian khusus agar kesenjangan akses terhadap peningkatan kualifikasi dosen dapat diminimalisir, demi terwujudnya pemerataan kualitas pendidikan tinggi di seluruh Indonesia.

    (Aji)

    Views: 691
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Kajari Indramayu Himbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial: Cek Fakta Sebelum Sebarkan, Hindari Ujaran Kebencian

    Oktober 14, 2026

    DPW PPP Jawa Barat Gelar Mukerwil I, Perkuat Akidah dan Satukan Langkah untuk Merebut Hati Umat

    Oktober 11, 2026

    September Hitam: Refleksi Asep Koswara tentang Sejarah, Keadilan, dan HAM

    Oktober 9, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Nikah Hemat di KUA Campaka Purwakarta: Gratis, Dapat Bingkisan, Tapi Peminat Masih Minim

    Oktober 16, 2026

    Sat Intelkam Polres Agara Gagalkan Peredaran Sabu di Tanoh Alas, LAN Aceh Tenggara Desak Usut Tuntas Hingga ke Bandar

    Oktober 16, 2026

    Dugaan Pelanggaran Administrasi Tender Olahraga di Kabupaten Banjar: SBU Pemenang Terbit Setelah Batas Upload Dokumen

    Oktober 15, 2026

    Dugaan NIB Pemenang Tender Jalan Rp 59 Miliar di Malut Tidak Sesuai, Aktivis Desak LKPP Turun Tangan

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.