KUTE LAWE PANGKAT, 21 Mei 2026 – Trauma masih membayangi warga Kute Lawe Pangkat pascabanjir yang terjadi pada Rabu malam (20/5/2026). Dampak paling terasa dialami para peternak ikan air tawar yang kehilangan sumber penghidupan akibat rusaknya kolam-kolam budidaya.
Banjir yang datang secara tiba-tiba itu tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menghanyutkan ikan serta merusak infrastruktur kolam milik warga. Kondisi ini membuat para peternak mengalami kerugian ekonomi yang signifikan.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat menilai, banjir yang terjadi tidak lepas dari dugaan maraknya aktivitas ilegal logging di wilayah hulu. Kerusakan hutan dinilai telah memperparah kondisi lingkungan dan meningkatkan risiko banjir di kawasan hilir.
“Kami mendesak Aparat Penegak Hukum untuk segera bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku ilegal logging. Kerusakan hutan di hulu berdampak langsung pada kehidupan kami di hilir,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Menurutnya, penegakan hukum yang serius dan konsisten sangat penting untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.
Selain itu, masyarakat berharap adanya perhatian dari pemerintah terkait pemulihan ekonomi warga, khususnya para peternak ikan air tawar yang terdampak langsung.
Warga Kute Lawe Pangkat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Mereka menekankan pentingnya peran aktif warga dalam melaporkan setiap aktivitas penebangan liar yang ditemukan di wilayah tersebut.
Dengan langkah penegakan hukum yang tegas serta kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan, masyarakat berharap keseimbangan alam dapat kembali terjaga dan sumber penghidupan warga dapat terlindungi. (Habibullah)

