Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Politik & Hukum»Babak Final di PTUN Bandung: Tergugat BPN dan PT Panorama Agro Lemah Duhur Dinilai Lemah Bukti, KTC Optimis Menang
    Politik & Hukum

    Babak Final di PTUN Bandung: Tergugat BPN dan PT Panorama Agro Lemah Duhur Dinilai Lemah Bukti, KTC Optimis Menang

    By RedaksiJuni 7, 2026Updated:Juni 7, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    BANDUNG – Perkara sengketa lahan antara Kerukunan Tani Cimande (KTC) melawan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan PT Panorama Agro Lemah Duhur kini memasuki tahap akhir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. Dalam perkara nomor 229/G/2025/PTUN.BDG, pihak penggugat menilai posisi hukum para tergugat melemah karena gagal membuktikan dalil-dalilnya selama proses persidangan.

    Ketua Umum Kerukunan Tani Cimande (KTC), H. Suhaimi, menyampaikan bahwa sepanjang proses pembuktian, Tergugat I (BPN) dan Tergugat II Intervensi (PT Panorama Agro Lemah Duhur) tidak menghadirkan satu pun saksi untuk menguatkan bantahan mereka. Selain itu, para tergugat juga menolak permohonan Sidang Pemeriksaan Setempat (PS) yang diajukan oleh pihak penggugat.

    “Sidang Pemeriksaan Setempat sangat penting untuk membuktikan penguasaan fisik di lapangan atas objek tanah yang disengketakan. Penolakan tersebut telah dicatat secara resmi oleh majelis hakim. Kami optimis majelis akan menilai semua fakta persidangan secara objektif dan adil,” ujar H. Suhaimi, Sabtu (6/6/2026).

    Baca Juga:  Bukti CCTV Kasus Pembunuhan Keluarga Paoman Hampir Rampung, Tuntutan JPU Ditunda ke Kamis

    H. Suhaimi menekankan bahwa dalam sengketa tata usaha negara, pembuktian merupakan kunci utama. Ketika pihak tergugat tidak menghadirkan saksi dan menolak pemeriksaan langsung di lokasi, maka fakta-fakta serta alat bukti yang diajukan oleh Penggugat (KTC) menjadi tumpuan utama pertimbangan majelis hakim.

    Sengketa ini melibatkan lahan seluas lebih dari 41 hektare di Blok Pasir Ipis, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Lahan tersebut telah digarap oleh puluhan petani anggota KTC selama puluhan tahun sebagai sumber penghidupan mereka. Namun, lahan tersebut tiba-tiba diterbitkan sertifikat atas nama PT Panorama Agro Lemah Duhur, yang memicu konflik hukum.

    “Tanah ini bukan sekadar sertipikat. Ini adalah tempat kami lahir, besar, dan mencari nafkah untuk anak cucu. Cangkul kami masih menancap di tanah tersebut hingga hari ini. Sekarang, kami menunggu keadilan dari Majelis Hakim PTUN Bandung,” kata H. Suhaimi dengan nada emosional.

    Baca Juga:  KPK Soroti Kesulitan Dosen Daerah Raih Beasiswa, Dorong Kebijakan Afirmatif dalam Program BPI

    Setelah seluruh proses pembuktian selesai, tahap selanjutnya adalah penyampaian kesimpulan (replik dan duplik) melalui sistem e-court sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan. KTC berharap putusan nanti dapat memberikan kepastian hukum bagi para petani penggarap yang selama ini hidup bergantung pada lahan tersebut.

    Masyarakat dan para pendukung KTC terus mengawal jalannya proses hukum ini, berharap agar hak-hak para petani kecil tidak dikalahkan oleh kepentingan korporasi dan kelalaian administratif instansi pemerintah. (Redaksi)

    Post Views: 113
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Ketua LANN Aceh Tenggara Dorong Polres Maksimalkan Rehabilitasi bagi Pengguna Narkoba

    Juni 22, 2026

    KPK Akan Periksa Anggota DPR RI Dewi Coryati Terkait Dugaan Keterlibatan dalam Skema Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)

    Juni 21, 2026

    KPK Soroti Kesulitan Dosen Daerah Raih Beasiswa, Dorong Kebijakan Afirmatif dalam Program BPI

    Juni 21, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Perjuangan H. Nico Antonio Berbuah Manis, Warga Desa Benda Karangampel Segera Nikmati Jalan Baru

    Juni 27, 2026

    Haru dan Bangga, UPTD SDN 2 Pondoh Juntinyuat Lepas 23 Siswa Kelas VI Lewat Pentas Seni

    Juni 27, 2026

    Sensus Ekonomi 2026 Resmi Bergulir di Sleman, Bupati Harda Kiswaya Tekankan Pentingnya Data Valid

    Juni 26, 2026

    DPRD Buol Tetapkan Hasil Reses, Aspirasi Infrastruktur dan Pertanian Dominasi Usulan Masyarakat

    Juni 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.