IFOTIPIKOR.COM | INDRAMAYU – Komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mewujudkan swasembada pangan kembali dibuktikan melalui langkah nyata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). pada Senin, 14 April 2026.
DKPP menggelar rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi tersier yang didanai APBN Tahun Anggaran 2026. Rapat dipimpin langsung Kepala DKPP, Drs. H. Sugeng Heryanto,M.Si, di Aula DKPP dengan suasana kondusif.
Langkah DKPP ini patut diapresiasi. rapat evaluasi melibatkan seluruh unsur teknis secara lengkap, mulai dari Kepala UPTD KPP Juntinyuat, Indramayu, dan Losarang, para koordinator oenyuluh, penyuluh wilayah binaan, hingga para ketua kelompok tani penerima program.
Keterlibatan semua pihak ini menunjukkan prinsip kolaboratif dan transparan yang diusung DKPP, sesuai amanat surat undangan nomor 500.6/1412/TP tanggal 13 April 2026.
Salah satu proyek unggulan yang dibahas adalah kegiatan di Kecamatan Balongan. program “Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier” dipercayakan kepada Kelompok Tani “Sri Kedokan Gua” di Blok Serja, Desa Sudimampir.
Kepercayaan kepada kelompok tani ini merupakan wujud pemberdayaan masyarakat, dimana dana pemerintah langsung dikelola dan dikerjakan oleh petani untuk petani. Proyek ini ditargetkan mampu mengairi lahan pertanian seluas 10 hektare secara optimal.
Dari sisi anggaran, pemerintah pusat melalui APBN mengalokasikan dana sebesar Rp 100 juta untuk proyek di Desa Sudimampir tersebut. Dana yang bersumber dari APBN-Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Tahun 2026 ini, menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap infrastruktur pertanian di Indramayu.
Transparansi juga dikedepankan dengan pemasangan papan informasi proyek di lokasi yang mencantumkan titik koordinat -6.416452°S, 108.378654°E, sehingga masyarakat dapat turut mengawasi.
Kepala DKPP Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si, menegaskan, bahwa kualitas menjadi prioritas utama. “Arahan Bupati Indramayu jelas, setiap program harus berdampak langsung ke petani. Karena itu kami minta pendampingan penyuluh dilakukan secara melekat. Kelompok tani harus bekerja sesuai RAB dan gambar teknis. Dengan irigasi yang baik, indeks pertanaman bisa naik dan produksi padi Indramayu sebagai lumbung nasional tetap terjaga,” papar Sugeng dengan optimis.
Untuk memastikan kualitas pekerjaan, DKPP menerapkan sistem monitoring berlapis. Setiap progres fisik di lapangan wajib didokumentasikan dan dilaporkan secara berkala oleh penyuluh pendamping kepada koordinator penyuluh, lalu diteruskan ke UPTD KPP dan DKPP Kabupaten.
Ketua kelompok tani juga diminta aktif melaporkan jika ada kendala teknis maupun administrasi. Sistem ini diharapkan mampu mencegah penyimpangan dan menjamin proyek selesai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.
Model swakelola ini dinilai sangat efektif. Selain mempercepat pembangunan, program ini juga menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam mengelola proyek. Selain Kelompok Tani “Sri Kedokan Gua”, DKPP juga menggandeng kelompok tani berprestasi lainnya seperti Rawa Kidang, Tani Kuning I, Si Dewi, dan Harapan Mulya yang tersebar di Kecamatan Juntinyuat, Karangampel, dan Terisi. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan program APBN di daerah.
Dukungan terhadap program DKPP juga datang dari unsur masyarakat. Ketua LSM Aliansi Masyarakat Nusantara Demokrasi dan Pengawasan Desa (AMN DPD) Kabupaten Indramayu, HD Sumantri, menyampaikan apresiasinya.
“Kami sudah cek ke lokasi di Blok Serja Desa Sudimampir. Papan proyeknya jelas dan lengkap dengan titik koordinat, ini bentuk transparansi yang baik. LSM AMN siap bersinergi mengawasi agar proyek Rp 100 juta ini berjalan lancar. Kami juga sudah bersurat ke DKPP untuk berkoordinasi. Kalau irigasinya bagus, petani untung, Indramayu pun makin kuat sebagai penopang pangan nasional,” ujar Sumantri, Senin (20/4/2026). (Afifudin)

