Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Klarifikasi Isu Pungli Bantuan Beras di Desa Tinumpuk: RT Diperintah Kawal Warga, Bukan Memungut
    Daerah

    Klarifikasi Isu Pungli Bantuan Beras di Desa Tinumpuk: RT Diperintah Kawal Warga, Bukan Memungut

    By RedaksiSeptember 8, 2026Updated:September 9, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INDRAMAYU – Isu dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan pangan berupa beras di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari warga penerima bantuan, Ketua Rukun Tetangga (RT), serta Pemerintah Desa. Klarifikasi ini dilakukan menyusul viralnya informasi yang menyebutkan adanya pemaksaan pembayaran oleh oknum pengurus lingkungan.

    Tiga warga penerima bantuan, yakni Taryudi Fadly bin Sadim (53) dari RT 001/RW 004, Kusniyah (59) dari RT 003/RW 001, dan Sayem (61) dari RT 002/RW 001, memberikan pernyataan tertulis untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut.

    Sumbangan Sukarela, Bukan Syarat Bantuan

    Ketiga warga tersebut mengakui memberikan sejumlah uang kepada Ketua RT masing-masing setelah menerima bantuan. Namun, mereka menekankan bahwa pemberian itu dilakukan secara sukarela sebagai bentuk ucapan terima kasih, bukan karena paksaan atau syarat administratif.

    “Uangnya antara Rp20.000 sampai Rp50.000. Itu bukan syarat dapat bantuan. Murni ucapan terima kasih karena Pak RT sudah bantu mengawal dan mengantar kita ke Kantor Kecamatan Juntinyuat,” ujar mereka secara bersama-sama.

    Baca Juga:  Bandara Husein Sastranegara Makin Siap, Penerbangan Internasional Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

    Mereka menjelaskan bahwa tidak semua warga, khususnya lansia atau mereka yang tidak memiliki kendaraan, mampu mengambil bantuan sendiri. Oleh karena itu, Ketua RT berinisiatif membantu menyediakan transportasi, baik berupa ojek motor maupun penyewaan mobil secara rombongan, untuk memudahkan proses pengambilan.

    Polres Indramayu Turun Tangan Konfirmasi

    Menanggapi isu yang beredar di media sosial, Unit Tipikor Polres Indramayu turun langsung ke Kantor Desa Tinumpuk pada Senin (7/9/2026). Tim polisi melakukan konfirmasi silang dengan warga penerima bantuan, para Ketua RT, Kuwu Tinumpuk Duriyan, serta Camat Juntinyuat Ali Alamudin, S.H.

    Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, aparat penegak hukum tidak menemukan unsur paksaan atau kewajiban membayar bagi warga untuk mendapatkan hak bantuan beras mereka.

    Dana Digunakan untuk Operasional dan Lingkungan

    Ketua RT 001/RW 004, Nurjaya, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta atau memaksa warga untuk membayar. Ia menjelaskan bahwa instruksi dari Kepala Desa (Kuwu) adalah untuk mengawal warga agar hak mereka diterima dengan baik dan tertib.

    Baca Juga:  Groundbreaking PLHUT Sleman, Layanan Haji dan Umrah Ditargetkan Lebih Cepat dan Terpadu

    “Kami diperintah Kuwu untuk mengawal warga agar haknya diterima dengan baik. Kalau ada warga yang ngasih uang secara ikhlas, itu dipakai buat sewa mobil. Kalau ada lebih, untuk penerangan jalan di RT,” jelas Nurjaya.

    Kuwu: Dilarang Keras Melakukan Pungli

    Kuwu Tinumpuk, Duriyan, juga turut memberikan keterangan tegas pada hari yang sama. Ia memastikan bahwa seluruh perangkat desa, termasuk RW dan RT, telah diberi arahan ketat untuk melayani warga tanpa membebani biaya.

    “Saya sudah perintahkan semua perangkat desa, RW, dan RT untuk mengawal warga penerima bantuan. Jangan ada pungli. Semua harus sesuai aturan,” tegas Duriyan.

    Dengan adanya klarifikasi dari berbagai pihak terkait, diharapkan masyarakat tidak lagi salah paham terhadap proses penyaluran bantuan pangan di Desa Tinumpuk. Transparansi dan komunikasi yang baik antara pengurus lingkungan dan warga menjadi kunci untuk mencegah hoaks di masa mendatang. (Fif)

    Post Views: 34
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Tekan Dampak Alih Fungsi Lahan, Sleman Dorong Budidaya Padi dengan Metode PM AAS

    September 9, 2026

    Semangat Gotong Royong Hidupkan Desa Tinumpuk, Pemdes Pasang PJU dan Buka Kanal Aspirasi Warga

    September 9, 2026

    BPBD Sleman Waspadai Dua Ancaman: Erupsi Merapi dan Dampak Kemarau Panjang

    September 9, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Tekan Dampak Alih Fungsi Lahan, Sleman Dorong Budidaya Padi dengan Metode PM AAS

    September 9, 2026

    Penyidik Polda Metro Jaya Masih Dalami Laporan terhadap Hotman Paris, MIO Indonesia Apresiasi Profesionalisme Kepolisian

    September 9, 2026

    Semangat Gotong Royong Hidupkan Desa Tinumpuk, Pemdes Pasang PJU dan Buka Kanal Aspirasi Warga

    September 9, 2026

    BPBD Sleman Waspadai Dua Ancaman: Erupsi Merapi dan Dampak Kemarau Panjang

    September 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.