SLEMAN – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa Program Sleman Pintar memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar bantuan finansial pendidikan. Bagi pemerintah daerah, program ini merupakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memutus mata rantai kemiskinan di wilayah tersebut.
Hal tersebut disampaikan Danang saat menghadiri pertemuan bersama orang tua dan mahasiswa penerima Program Sleman Pintar di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Rabu (16/9/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat dialog antara Pemkab Sleman, pihak perguruan tinggi, mahasiswa, serta orang tua wali.
Seleksi Ketat dan Apresiasi Prestasi
Dalam kesempatan tersebut, Danang mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program beasiswa ini. Dari total 1.250 pendaftar, hanya 500 peserta yang dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa pada tahun ini. Angka ini menunjukkan seleksi yang cukup ketat demi memastikan bantuan tepat sasaran.
“Tahun ini ada 1.250 pendaftar dan 500 peserta dinyatakan lolos. Dengan begitu banyak yang belum beruntung mendapatkan kesempatan ini, saya mohon mas dan mbak semua bisa memanfaatkan rezeki ini dengan baik,” ujar Danang.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah meraih prestasi pada tahun ajaran 2025/2026. Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UTY, Bambang Moertono Setiawan, sebagai bentuk motivasi agar para penerima beasiswa tetap menjaga kualitas akademik.
Tanggung Jawab Moral Penerima Beasiswa
Danang menekankan bahwa menerima beasiswa adalah sebuah amanah. Para mahasiswa diminta untuk serius menjalani perkuliahan, aktif menciptakan prestasi, dan berkomitmen lulus tepat waktu.
“Kuliahlah secara bertanggung jawab, ciptakan prestasi, dan silakan untuk lulus tepat waktu. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh harus menjadi bekal memasuki dunia profesional,” tegasnya.
Lebih jauh, Danang berharap pendidikan yang ditempuh tidak berhenti pada keberhasilan individu semata, tetapi mampu berdampak langsung pada peningkatan ekonomi keluarga. “Sleman Pintar bukan sekadar membiayai kuliah, tetapi menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memutus rantai kemiskinan,” tambahnya.
Sleman Pintar Plus-Plus di UTY
Kepada para orang tua, Danang meminta agar terus memberikan dukungan moral dan doa. Ia juga menyoroti adanya program Sleman Pintar Plus-Plus yang diterapkan di UTY. Program ini tidak hanya mencakup pembiayaan perkuliahan, tetapi juga mengarahkan mahasiswa pada program magang industri sebagai bekal kesiapan kerja.
“Bapak ibu tidak perlu khawatir lagi mengenai biaya pendidikan selama anak-anak memenuhi ketentuan program. Monggo kita dukung bersama agar anak-anak kita dapat sukses,” ujarnya meyakinkan.
Suara Mahasiswa: Jembatan Meraih Cita-Cita
Nugroho Adi Nurrachman, salah satu penerima Program Sleman Pintar, mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang diterimanya. Bagi Adi, beasiswa ini bukan hanya bantuan materi, melainkan jembatan bagi keluarganya untuk mewujudkan harapan masa depan.
“Rasanya saya senang sekali bisa menjadi salah satu warga Sleman yang lolos. Bagi saya, ini adalah jembatan untuk melanjutkan pendidikan secara gratis dan meringankan beban orang tua,” ungkap Adi.
Adi berharap Program Sleman Pintar terus berkembang sehingga semakin banyak anak-anak Sleman, khususnya dari keluarga kurang mampu, yang mendapatkan akses setara menuju pendidikan tinggi. (Ari Wu)

