Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Skandal RSUD Kolaka Timur Rp30,6 Miliar! Tender Sepi Peserta atau Sengaja Diseleksi? Gagal Tender Berujung PL, Aroma “Settingan” Menguat
    Daerah

    Skandal RSUD Kolaka Timur Rp30,6 Miliar! Tender Sepi Peserta atau Sengaja Diseleksi? Gagal Tender Berujung PL, Aroma “Settingan” Menguat

    By RedaksiMei 15, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi gambar RSUD Kolaka Timur (foto: AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KOLAKA TIMUR – Proyek Pembangunan RSUD Kolaka Timur senilai Rp30.687.802.023,58 kini tak sekadar menjadi sorotan-tetapi mulai mengarah pada dugaan skandal pengadaan berskala besar.

    Fakta kunci yang terungkap: tender hanya diikuti satu peserta.
    Hasilnya bisa ditebak-tender dinyatakan gagal, lalu proses dialihkan ke Pemilihan Langsung (PL).
    Pertanyaannya kini bukan lagi teknis, tapi substantif!  Apakah ini murni kekurangan peserta, atau justru hasil dari proses yang sudah “disaring” sejak awal? Peserta tunggal di proyek Rp30 miliar:

    Kejanggalan yang sulit diabaikan
    dalam mekanisme pengadaan yang sehat, proyek bernilai puluhan miliar lazimnya menarik banyak perusahaan.
    Namun di kasus ini, hanya satu peserta yang muncul. Kondisi ini memunculkan dugaan serius:
    spesifikasi atau syarat tender diduga mengarah pada pihak tertentu,
    informasi tender berpotensi tidak tersosialisasi secara luas,
    atau adanya penggiringan agar kompetitor tidak masuk.Situasi ini bukan sekadar minim peminat-tetapi bisa menjadi indikator awal tender tidak kompetitif.

    Dari Gagal Tender ke PL: Perubahan yang Dipertanyakan

    Dengan alasan peserta tunggal, tender dinyatakan gagal.
    Namun alih-alih dilakukan tender ulang terbuka, proses justru dialihkan ke Pemilihan Langsung (PL).
    Langkah ini memantik kecurigaan karena:
    ruang kompetisi menjadi sangat terbatas
    proses seleksi menjadi lebih tertutup
    potensi penentuan pemenang secara tidak terbuka semakin besar. Dalam praktik yang kerap disorot, pola seperti ini dikenal sebagai:
    “menciptakan kondisi gagal agar proses berikutnya bisa dikendalikan.”

    Baca Juga:  Skandal Tender TPA Cikolotok Purwakarta: Dua Penawar Termurah 'Lulus Evaluasi' Namun Dimenangkan Pihak Harga Tertinggi, Potensi Kerugian Negara Rp274 Juta

    Perusahaan Besar Masuk Paket Menengah: Pelanggaran atau Strategi Terselubung?

    Sorotan kian tajam setelah munculnya PT Arafah Alam Sejahtera, perusahaan berkualifikasi usaha besar, dalam paket yang diperuntukkan bagi usaha menengah.
    Fakta ini memunculkan dugaan:
    adanya ketidaksesuaian kualifikasi yang diloloskan
    potensi pinjam bendera perusahaan
    hingga indikasi kendali proyek oleh pihak di balik layar.

    Klarifikasi Janggal: Siapa Sebenarnya yang Mengendalikan?

    Upaya konfirmasi tidak menjawab, justru menambah tanda tanya.
    Nomor resmi perusahaan direspons oleh pihak yang:
    tidak menyebutkan identitas
    mengaku bukan pengurus
    dan menyatakan dirinya dari media
    Pernyataan yang disampaikan:
    “Mungkin yang ikut tender itu perwakilan perusahaan yang ada di daerah.”

    Jawaban ini memperkuat dugaan bahwa: perusahaan hanya digunakan sebagai formalitas administratif, sementara kendali sesungguhnya tidak transparan.

    Pola Terbaca: Dari Sepi Peserta hingga Dugaan Pengondisian

    Jika dirangkai, alur peristiwa menunjukkan pola yang sulit diabaikan:
    ⚠️ Tender hanya diikuti satu peserta
    ⚠️ Tender dinyatakan gagal
    ⚠️ Metode dialihkan ke PL
    ⚠️ Muncul peserta tak sesuai segmentasi
    ⚠️ Klarifikasi perusahaan tidak jelas

    Baca Juga:  Dugaan Ketidaktransparan Bansos di Menui Kepulauan, Nelayan Aktif Tersingkir Sementara Non-Nelayan Masuk Daftar

    Rangkaian ini mengarah pada satu kesimpulan awal:
    Dua Dugaan Besar: Tender Tidak  Kompetitif Atau Memang  Dikondisikan

    Siapa yang Diuntungkan?

    Di balik semua ini, pertanyaan paling mendasar tetap menggantung:
    Siapa yang sejak awal “bermain” dalam proses ini?
    Siapa yang diuntungkan dari kegagalan tender?
    Mengapa tidak dilakukan tender ulang terbuka?
    Apakah pengawas internal benar-benar bekerja?

    Desakan: Bongkar Total, Jangan Berhenti di Alasan Administratif

    Kasus ini tak bisa berhenti pada alasan “peserta hanya satu”.
    Diperlukan:
    audit menyeluruh proses pengadaan
    evaluasi terhadap dokumen dan persyaratan tender
    penelusuran relasi antar peserta dan penyelenggara
    serta pengungkapan aktor di balik layar.

    Jika terbukti, praktik ini berpotensi masuk dalam kategori:
    persekongkolan tender dan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN.

    Proyek Kesehatan, Tapi Dipertaruhkan oleh Sistem yang Dipertanyakan

    Ironisnya, proyek ini adalah pembangunan rumah sakit-fasilitas vital bagi masyarakat.
    Namun yang muncul justru dugaan permainan.
    Sederhana, tapi mengiris:
    apakah ini sekadar tender sepi peminat-atau sejak awal hanya satu yang “diizinkan” ikut? (Redaksi)

    Post Views: 300
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Perjuangan “Ngamen” Berbuah Manis, Bupati Buol Bawa Pulang Anggaran Rp21,8 Miliar untuk Jalan Negeri Lama–Modo I

    September 4, 2026

    IWOI Sleman dan Dispar Bahas Strategi Penguatan Pariwisata serta Event Unggulan 2027

    September 4, 2026

    Hadapi Prediksi Hujan Tinggi, Ketua MPU Aceh Tenggara: “Jaga Bumi, Maka Langit Akan Menjagamu”

    September 3, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Kunjungan KSAD ke Bandung, Teknologi Pemusnah Sampah TPS Ciwastra Mampu Olah 5 Ton Per Jam

    September 5, 2026

    Perkuat Silaturahmi dan Integritas, Kuwu Duriyan Arahan Perangkat Desa Tinumpuk dalam Acara Syukuran

    September 5, 2026

    Perjuangan “Ngamen” Berbuah Manis, Bupati Buol Bawa Pulang Anggaran Rp21,8 Miliar untuk Jalan Negeri Lama–Modo I

    September 4, 2026

    IWOI Sleman dan Dispar Bahas Strategi Penguatan Pariwisata serta Event Unggulan 2027

    September 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.