INDRAMAYU – Pergantian kursi strategis di lingkungan Pemkab Indramayu kembali terjadi. Ahmad Syadali resmi ditunjuk sebagai Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) menggantikan Aep Surahman, melalui keputusan Bupati Indramayu.
Pelantikan yang digelar di Pendopo Indramayu, Selasa (5/5/2026), dipimpin langsung oleh Lucky Hakim dan dihadiri jajaran pejabat daerah hingga unsur Forkopimda. Penunjukan ini tertuang dalam SK Bupati Nomor 100.3.3.2/Kep.255/BKPSDM/2026.
Namun, di balik pelantikan tersebut, muncul pertanyaan publik: apakah pergantian ini murni kebutuhan administratif, atau bagian dari konsolidasi kekuatan birokrasi menjelang agenda besar pemerintahan daerah?
Dalam sambutannya, Lucky menegaskan tidak boleh ada kekosongan jabatan yang berpotensi menghambat roda pemerintahan. Ia menyebut posisi Sekda sebagai “jantung koordinasi” birokrasi yang harus tetap berdetak tanpa jeda.
“Tidak boleh ada ruang kosong yang menghambat pelayanan publik,” tegasnya.
Lebih jauh, Lucky memberikan mandat yang tidak ringan. Ia menuntut Ahmad Syadali bukan sekadar administrator, tetapi menjadi motor perubahan di tengah tuntutan transformasi digital.
“Sekda harus menjadi change leader. Bukan hanya mengelola, tapi mendorong percepatan digitalisasi di semua lini pelayanan publik,” ujarnya dengan nada tegas.
Dorongan digitalisasi ini menandakan arah kebijakan Pemkab Indramayu ke depan: birokrasi berbasis teknologi, cepat, dan terukur. Namun tantangannya tidak kecil—mulai dari kesiapan SDM hingga potensi resistensi internal aparatur.
Sementara itu, dukungan datang dari internal OPD. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sugeng Heryanto, menilai penunjukan ini tepat.
“Pengalaman beliau panjang. Ini modal kuat untuk mengawal transformasi birokrasi,” katanya.
Meski demikian, publik akan menunggu pembuktian nyata: apakah kepemimpinan Ahmad Syadali mampu menjawab ekspektasi perubahan, atau justru menjadi rotasi biasa tanpa dampak signifikan.
Yang jelas, jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif—melainkan kunci arah dan kecepatan mesin birokrasi Indramayu ke depan. (Fif)

