INFOTIPIKOR.COM | BUOL – Ratusan pelajar dari 11 Kecamatan yang ada di
Kabupaten Buol memadati Stadion Kuonoto pada Jumat (3/4/2026), dalam rangka pembukaan seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).
Kegiatan ini menjadi ajang penjaringan atlet muda yang akan dipersiapkan menuju kompetisi tingkat provinsi.
Tercatat sebanyak 220 peserta dari 11 kecamatan ambil bagian dalam seleksi tersebut. Mereka akan bersaing di empat cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni sepak bola, sepak takraw, bola voli, dan bola basket.
Sejak awal pembukaan, suasana terlihat penuh semangat. Para peserta hadir dengan atribut tim masing-masing, menunjukkan kesiapan mereka untuk bersaing secara sportif dan maksimal.
Sepak bola paling diminati
dari seluruh cabang yang dipertandingkan. Jumlah peserta yang membludak di cabang ini membuat persaingan dipastikan berlangsung lebih sengit dibandingkan cabang lainnya.
Kegiatan ini juga dihadiri unsur KONI yang diwakili oleh Sekretaris, serta para pengurus cabang olahraga. Pada penutupan seremoni, panitia turut menyerahkan perlengkapan olahraga kepada masing-masing cabor sebagai bentuk dukungan pembinaan.
Sekretaris Daerah dalam sambutannya menekankan, bahwa seleksi ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga soal membangun karakter atlet yang disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia menyebutkan, dengan jumlah peserta yang cukup besar, peluang untuk mendapatkan atlet potensial semakin terbuka lebar.
Setelah pembukaan, seluruh peserta langsung mengikuti tahapan seleksi yang meliputi uji kemampuan teknik dan kondisi fisik. Antusiasme juga datang dari para pelatih dan pendamping yang turut memberikan dukungan di lapangan.
Sementara itu, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Buol sebagai penyelenggara menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi tahun 2026 dalam pembinaan olahraga pelajar.
Kepala Dinas, Purnomo, STTP, menjelaskan bahwa seleksi ini dirancang untuk menghasilkan atlet terbaik yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan lebih tinggi.
Menurutnya, pembinaan sejak usia pelajar menjadi kunci dalam mencetak prestasi olahraga daerah di masa depan.
Melalui seleksi ini, diharapkan lahir atlet-atlet muda berbakat yang tidak hanya unggul secara kemampuan, tetapi juga memiliki mental juara saat membawa nama daerah di ajang POPDA mendatang. (Moh Fharsi)

