SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman bergerak cepat. Tak ingin terus disorot soal jalan rusak, Pemkab kini menjadikan aduan masyarakat sebagai “amunisi utama” untuk menentukan prioritas perbaikan infrastruktur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sukarmin, ST., M.T., menegaskan bahwa setiap laporan warga bukan lagi sekadar formalitas—melainkan langsung masuk daftar prioritas penanganan.
“Setiap aduan masyarakat kami jadikan dasar utama. Fokus kami jelas: keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” tegasnya, Selasa (12/05/2026).
Tak Mau Lagi Tambal Sulam
Pemkab Sleman kini mulai meninggalkan pola lama yang hanya bersifat tambal sulam. Penanganan jalan diarahkan ke solusi jangka panjang.
Perbaikan dilakukan dengan pendekatan lebih serius, mulai dari:
peningkatan struktur jalan
overlay (pelapisan ulang)
hingga pelebaran di titik rawan.
Langkah ini disebut sebagai upaya mengakhiri siklus kerusakan berulang yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Data Bicara: Masih Banyak PR
Dari total sekitar 733 kilometer jalan kabupaten, kondisi yang ada saat ini menunjukkan pekerjaan rumah yang belum kecil:
36% dalam kondisi baik
39,5% kondisi sedang
Sisanya masih butuh penanganan serius.

Kerusakan dipicu berbagai faktor, mulai dari usia jalan, curah hujan tinggi, hingga lonjakan volume kendaraan.
Rp8,6 Miliar Digelontorkan, Cukupkah?
Tahun ini, Pemkab Sleman mengalokasikan sekitar Rp8,6 miliar untuk perbaikan jalan.
Namun, dengan ratusan kilometer jalan yang belum optimal, pertanyaan publik mulai muncul:
apakah anggaran tersebut cukup untuk menjawab seluruh persoalan?
Pemkab menyiasati keterbatasan ini dengan sistem skala prioritas—di mana laporan warga melalui kanal seperti LAPOR menjadi penentu utama.
Aduan Warga Kini Punya “Taring”
Tak hanya menunggu laporan, petugas juga diterjunkan langsung ke lapangan untuk memantau kondisi jalan secara rutin.
Artinya, kini ada dua jalur pengawasan:
Partisipasi publik
Pemantauan aktif pemerintah.
Kombinasi ini diharapkan mempercepat respons dan meminimalkan potensi pembiaran kerusakan.
Target: Jalan Lebih Layak, Layanan Lebih Responsif
Ke depan, Pemkab Sleman menargetkan peningkatan kualitas jalan secara bertahap dan berkelanjutan.
Tak hanya sekadar memperbaiki, tetapi juga memastikan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin kualitas jalan terus meningkat dan manfaatnya langsung dirasakan warga,” tutup Sukarmin..(Ari Wu)

