Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Dokter Spesialis “Mogok”, DPRD Buol  Turun Tangan! Insentuf Dipangkas, Pelayanan RSUD Terganggu
    Daerah

    Dokter Spesialis “Mogok”, DPRD Buol  Turun Tangan! Insentuf Dipangkas, Pelayanan RSUD Terganggu

    By RedaksiMei 13, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    BUOL – Komisi I DPRD Kabupaten Buol bergerak cepat menyikapi kisruh pelayanan kesehatan di RSUD Mokoyurli dengan menggelar rapat kerja pengawasan, Rabu (6/5/2026), di ruang rapat Bapemperda Kantor Bupati Buol.

    Rapat dipimpin Ketua Komisi I DPRD Buol I Wayan Gara, S.Sos., M.Km, serta dihadiri Ketua DPRD Buol Rian Nathaniel Kwendy dan anggota Komisi I Syafri Daisoru.

    Dalam forum tersebut, Komisi I menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Buol Gamar A. Lahamade, jajaran RSUD Mokoyurli, serta kepala-kepala puskesmas guna meminta penjelasan terkait insiden “mogok pelayanan” dokter spesialis yang sempat terjadi.

    Pelayanan Terganggu, Dokter Spesialis Hentikan Poli

    Kepala Dinas Kesehatan Buol, Gamar A. Lahamade, mengungkapkan bahwa gangguan pelayanan terjadi pada 5 Mei 2026, di mana dokter spesialis di poli rawat jalan tidak memberikan pelayanan. Namun, ia memastikan layanan penting tetap berjalan.

    “Pelayanan gawat darurat, rawat inap, operasi, dan rujukan tetap berjalan. Hanya pelayanan poli rawat jalan yang terhenti,” jelasnya.

    Akar Masalah: Insentif Dipangkas dari Rp30 Juta Jadi Rp10 Juta

    Baca Juga:  Perkuat Peran Mitra Strategis, ABPEDNAS Kecamatan Campaka Gelar Rakor di Aula Desa Cimahi; Camat Dikky: BPD dan Kades Adalah Sejajar

    Kisruh ini dipicu oleh kebijakan penyesuaian insentif dokter spesialis. Sebelumnya, para dokter menerima insentif hingga Rp30.012.000 per bulan melalui skema tunjangan daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

    Namun, akibat keterbatasan keuangan daerah, insentif tersebut diturunkan drastis menjadi Rp10 juta per bulan melalui keputusan pemerintah daerah.
    Kebijakan ini memicu protes keras dari para dokter spesialis.

    Solusi Sementara: Naik Jadi Rp17 Juta, Infrastruktur Ditunda

    Setelah melalui pembahasan, disepakati penyesuaian insentif menjadi Rp17 juta per bulan yang mulai berlaku sejak Januari 2026.
    Namun keputusan ini membawa konsekuensi besar:
    sejumlah pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit harus ditunda.
    Selain itu, terdapat ketimpangan antara kebutuhan dan alokasi anggaran:
    Usulan dokter spesialis: 13 orang
    Hasil verifikasi Dinkes: 13 orang
    Kemampuan anggaran dari pusat: hanya untuk 8 orang
    DPRD Soroti Manajemen Keuangan,

    Ungkap Tunggakan 2025

    Ketua Komisi I DPRD Buol, I Wayan Gara, menyoroti serius tata kelola keuangan di sektor kesehatan.
    Ia bahkan mengungkap adanya laporan jasa dokter tahun 2025 yang belum dibayarkan, yang dinilai memperburuk kondisi kepercayaan tenaga medis.

    Baca Juga:  Wali Kota Tantang Seluruh Kecamatan Berlomba Ciptakan Inovasi Pengelolaan Sampah

    “Kami minta semua kewajiban dibayarkan sesuai prosedur. Jangan sampai ada tenaga medis yang dirugikan,” tegasnya.

    Ia juga meminta seluruh kepala puskesmas terbuka menyampaikan kondisi riil di lapangan, khususnya terkait kesejahteraan tenaga kesehatan.

    DPRD Siap Kawal Hingga Tuntas

    Komisi I DPRD Buol menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas, bahkan siap berkoordinasi langsung dengan BPKAD guna memastikan solusi konkret.

    “Kami akan kawal sampai ada penyelesaian. Jangan sampai pelayanan kesehatan terganggu dan masyarakat jadi korban,” tegas I Wayan Gara.

    Alarm Serius Layanan Kesehatan Buol

    Kisruh ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor kesehatan di Kabupaten Buol sedang menghadapi tekanan serius, baik dari sisi anggaran maupun manajemen.

    Jika tidak segera diselesaikan, bukan tidak mungkin gangguan pelayanan akan kembali terjadi—dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat.(Moh Fharsi)

    Post Views: 404
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    LANN Aceh Tenggara Sarankan Polres Tambah Personil di Pos Perbatasan untuk Tekan Peredaran Narkoba

    Juli 29, 2026

    Diduga Akibat Jalan Rusak, Aris Munandar (31) Terjatuh di Jalur Pantura Petarukan; Tuntut Pertanggungjawaban Pemerintah

    Juli 29, 2026

    Dugaan Tender Bermasalah Rp20 Miliar di Bengkulu: PT Citra Pratama Perkasa Dinilai “Baru Lahir” tapi Menang Proyek Rekonstruksi Jalan

    Juli 28, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Survei IDM: Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden Prabowo Tembus 81,5 Persen di Semester I 2026

    Juli 30, 2026

    Indikator Politik Indonesia Tak Bantah Ada Survei Juli 2026, Tapi Tegaskan Tidak Merilisnya Secara Masif

    Juli 30, 2026

    Penuh Haru, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya Serahkan Tongkat Komando Kapolres Purwakarta kepada AKBP Febri Nurzam

    Juli 30, 2026

    Tak Terikat Sikap PWI, MIO Indonesia Tetap Lanjutkan Laporan Polisi Terhadap Hotman Paris Hutapea

    Juli 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.