SLEMAN – Semangat belajar tak mengenal usia. Hal ini terlihat dalam kegiatan pembelajaran membaca Iqro bagi santri lansia di Masjid Jamilah, Pondok Pesantren Makrifatullah, Dusun Banaran, Kalurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Ahad (2/5/2026).
Program yang berada di bawah naungan TPQ Al Alim 4 ini diikuti para santri lansia yang tergabung dalam Majelis Makrifatullah. Mereka belajar membaca Al-Qur’an dari dasar, mulai Iqro jilid 1 hingga jilid 6, dengan pendampingan intensif dari para pengajar.
Endang Pujiati, dari Divisi Pendidikan Yayasan Kiwari Sleman menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Ahad dan Rabu pagi.
“Dalam mengajar santri lansia dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan ketelitian. Setiap santri kami dampingi dan kemampuan bacanya dicek satu per satu,” ujarnya.
Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap (step by step), menyesuaikan kemampuan masing-masing peserta. Tercatat, santri yang mengikuti program ini berusia antara 50 hingga 90 tahun. Dari sekitar 30 peserta, sebanyak 13 orang masih berada pada tahap awal belajar Iqro, sementara lainnya belum dapat hadir secara rutin.
Kegiatan belajar Iqro ini juga terintegrasi dengan pengajian rutin Majelis Makrifatullah. Untuk hari Ahad dan Rabu, pembelajaran dilakukan usai pengajian, sementara khusus Rabu dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Program ini bertujuan membuka wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan lansia dalam membaca Al-Qur’an, dimulai dari nol hingga lancar. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memakmurkan pondok pesantren serta mengajak masyarakat luas untuk ikut belajar tanpa memandang usia.
Kisah para santri lansia ini menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak pernah lekang oleh waktu. (Ari Wu)

