INFOTIPIKOR.COM | SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan jumpa pers bertema “Penguatan Nilai Keagamaan, Kebangsaan, Budaya, dan Ketahanan Keluarga untuk Generasi Sleman Berkarakter” di Pendopo Paku Jati, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman, Kamis (9/4).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Drs. Agung Armawanta, M.T. (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman), dr. Novita Krisna (Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Sleman), Dedi Nugroho (Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman), serta Joko Dwi Haryadi, S.Pd., M.Si. (Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Sleman).
Sleman Jadi Tuan Rumah MTQ DIY 2026
Dalam paparannya, Agung Armawanta menyampaikan bahwa Kabupaten Sleman ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026, berdasarkan Surat Gubernur DIY Nomor B/200.1.4.3/721/8 tertanggal 4 Maret 2026.
Pelaksanaan MTQ dijadwalkan pada 18 April 2026, diawali dengan rapat kerja LPTQ tingkat provinsi pada 16 April 2026. Kegiatan akan dipusatkan di Pendopo Parasamya dengan melibatkan sekitar 400 peserta, panitia, dan undangan dari lima kafilah kabupaten/kota se-DIY.
MTQ akan melombakan enam cabang lomba dengan 16 kategori, di antaranya tilawah, tahfidz Al-Qur’an, tafsir, kaligrafi, hingga karya seni kontemporer Islami. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda melalui penguatan nilai keagamaan.
Pelestarian Budaya dan Edukasi Generasi Muda
Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni, Dedi Nugroho, menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar Festival Langen Carita pada 11 April 2026.
Festival ini merupakan seni pertunjukan tradisional yang memadukan unsur cerita, tari, dan musik. Mengusung tema cinta alam dan kesadaran lingkungan, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya sekaligus meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.
Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman, Joko Dwi Haryadi, menjelaskan sejumlah program penguatan nilai kebangsaan, antara lain:
Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara untuk mengenang peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.
Lomba cerdas cermat museum tingkat SMP yang diikuti 53 sekolah di Sleman. Inovasi edukasi sejarah melalui pertunjukan wayang sinema,
Program-program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sejarah, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta memperkuat karakter generasi muda melalui pendekatan budaya.
Pencegahan Pernikahan Dini dan Penguatan Ketahanan Keluarga
Kepala Dinas DP3AP2KB Sleman, dr. Novita Krisna, menyoroti tingginya angka pernikahan usia dini dan perceraian di Kabupaten Sleman.
Berdasarkan data tahun 2025, terdapat 112 kasus dispensasi nikah, dengan penyebab utama kehamilan tidak diinginkan (80%).
Selain itu, angka perceraian mencapai 1.489 kasus yang didominasi oleh faktor perselisihan dan kurangnya komunikasi dalam rumah tangga.
Sebagai upaya penanganan, DP3AP2KB telah menjalankan berbagai program, antara lain:
Bina Keluarga Remaja (BKR)
Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R)
Program pendewasaan usia perkawinan
Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
Layanan konseling keluarga melalui Puspaga
Ia menegaskan, bahwa upaya pencegahan pernikahan dini dan perceraian memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif keluarga dan masyarakat.
Komitmen Menuju Generasi Sleman Berkarakter
Melalui sinergi program keagamaan, kebudayaan, dan ketahanan keluarga, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen membentuk generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045, dengan menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama. (Ari Wu)

