PURWAKARTA – Menanggapi beredarnya informasi di sejumlah media daring yang menyebutkan adanya dugaan campur tangan atau “cawe-cawe” Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, dalam pengadaan material proyek revitalisasi 19 Sekolah Dasar (SD), Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta mengeluarkan sanggahan resmi.
Pihak dinas menegaskan bahwa seluruh proses pelaksanaan program revitalisasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tersebut dilaksanakan melalui mekanisme Swakelola Tipe III, di mana peran dinas hanya sebatas pembina teknis dan pengawas administratif.
Sekolah Mandiri Pilih Vendor
Dalam keterangan resminya, Kadisdik Purwakarta, Sadiyah, menjelaskan bahwa Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang terdiri dari kepala sekolah, komite sekolah, dan perwakilan orang tua murid memiliki otonomi penuh dalam menentukan vendor atau penyedia material.
“Dinas Pendidikan sama sekali tidak terlibat, tidak mengarahkan, dan tidak memiliki kepentingan bisnis apapun dalam pengadaan material bangunan, termasuk baja ringan. Pemilihan vendor merupakan hak penuh dan keputusan mandiri dari P2SP masing-masing sekolah,” tegas Sadiyah. Sabtu (29/08/2026).
Ia menambahkan, jika terdapat kesamaan jenis atau merek material (seperti baja ringan) di beberapa sekolah, hal itu disebabkan oleh standar spesifikasi teknis (RAB) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta ketersediaan stok pasar lokal, bukan karena intervensi pejabat dinas.
Siap Diaudit dan Transparan
Menyikapi tuduhan serius tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menyatakan kesiapannya untuk membuka seluruh dokumen administrasi kepada Inspektorat Daerah maupun aparat penegak hukum apabila diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami yakin, pemeriksaan fakta di lapangan akan membuktikan bahwa tidak ada unsur penyalahgunaan wewenang. Seluruh penggunaan dana transparan dan dapat dipertanggungjawabkan melalui laporan pertanggungjawaban keuangan sekolah,” imbuhnya.
Sadiyah juga meminta kepada masyarakat dan media massa untuk lebih berhati-hati dalam memverifikasi informasi sebelum mempublikasikannya agar tidak mencemarkan nama baik instansi dan pejabat yang telah bekerja keras meningkatkan mutu infrastruktur pendidikan di Purwakarta.
Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih menunggu tanggapan lebih lanjut dari sumber awal yang menyebutkan adanya indikasi keterlibatan Kadisdik dalam suplai bahan. (Redaksi)

