Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Audiensi Memanas, MIO Sukabumi Raya Desak Kadis Perikanan Hadapi Keluhan Nelayan Soal BBM dan Nasib BBL
    Daerah

    Audiensi Memanas, MIO Sukabumi Raya Desak Kadis Perikanan Hadapi Keluhan Nelayan Soal BBM dan Nasib BBL

    By RedaksiJuli 3, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    SUKABUMI – Suasana ruang rapat Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi mendadak hangat saat sejumlah pengurus dan jurnalis yang tergabung dalam Media Indonesia Online (MIO) Sukabumi Raya berkumpul untuk mengurai benang kusut yang melilit kehidupan para nelayan di pesisir selatan Jawa. Agenda audiensi yang digelar pada Kamis (2/7/2026) ini dirancang untuk membedah potret buram sektor perikanan Kabupaten Sukabumi sepanjang periode 2025 hingga 2026.

    Pihak dinas tampak serius menyambut kehadiran jurnalis dengan menerjunkan lima Kepala Bidang (Kabid), yakni Kabid Program Keuangan Perencanaan, Kabid Perikanan Budidaya, Kabid Perikanan Tangkap, serta Kabid Pengolahan dan Pemasaran.

    Namun, absennya Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menjadi sorotan utama. Meskipun ketidakhadiran tersebut telah diberitahukan sebelumnya, para jurnalis menilai audiensi kehilangan “taji” karena banyak pertanyaan strategis mengambang akibat batas kewenangan para Kabid.

    “Kehadiran lima Kabid ini luar biasa dalam memaparkan data teknis. Namun jujur saja, tanpa kehadiran pengambil kebijakan tertinggi, audiensi ini rasanya seperti sayur tanpa garam! Banyak pertanyaan krusial belum terjawab tuntas karena para Kabid terbentur batas kewenangan,” ujar salah satu pengurus MIO Sukabumi Raya usai pertemuan.

    Dilema Nelayan Benih Bening Lobster (BBL)

    Salah satu topik paling panas yang diperdebatkan adalah nasib nelayan penangkap Benih Bening Lobster (BBL). Di lapangan, saat cuaca buruk melanda Palabuhanratu hingga Ujunggenteng, benur menjadi satu-satunya penyambung nyawa ekonomi mereka. Ironisnya, mereka kerap dikejar regulasi yang dinilai tidak sinkron dengan realita ekonomi.

    Baca Juga:  Hadir di Bandung, Menkumham Supratman Andi Agtas Dorong Pelayanan Hukum Lebih Dekat dan Solutif bagi Masyarakat

    Dinas mengklaim tengah mendorong transisi nelayan dari “pemburu” menjadi “pembudidaya”. Namun, argumen ini dipatahkan oleh fakta bahwa proses budidaya memakan waktu 3 sampai 6 bulan.

    “Bagaimana mereka menghidupi anak istri setiap hari selama masa tunggu itu? Kalau perut lapar, jangankan berpikir regulasi, yang ada mereka kembali ke habit lama. Di sinilah harusnya ada win-win solution berupa insentif harian atau bantalan ekonomi. Tapi apa jawabannya? Para Kabid hanya bisa menampung tanpa bisa memutuskan anggaran,” cecar perwakilan media dalam forum.

    Kelangkaan BBM dan Birokrasi “Ping-Pong”

    Keluhan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sukabumi mengenai ketiadaan pasokan BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Nelayan (SPBUN) juga menjadi sorotan tajam. Ketiadaan stok stabil memaksa nelayan kecil merogoh kocek lebih dalam, sehingga biaya operasional membengkak dan kesejahteraan mereka runtuh.

    Ketika MIO mempertanyakan realisasi anggaran untuk mengintervensi masalah ini, terungkap adanya fenomena “ping-pong” birokrasi antara Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dengan Dinas Perikanan.

    “Kami lelah mendengar argumen ‘katanya’ dan saling lempar tanggung jawab. Kami butuh fakta eksekusi! Sayangnya, sinkronisasi anggaran dan ketegasan sikap politik hanya bisa dijawab oleh Kepala Dinas,” tambah perwakilan media.

    Baca Juga:  Diduga Meloloskan Vendor Cacat Kualifikasi, Pokja & PPK Proyek RSUD Sambas Terancam Sanksi Berat dan Laporan ke KPK

    Tantangan Infrastruktur dan Pasca-Panen

    Selain dua isu utama tersebut, para Kabid juga mengakui tantangan kompleks lainnya, seperti penurunan salinitas air saat musim hujan, maraknya pencurian udang dan lobster, krisis listrik di wilayah pesisir seperti Sangrawayan, serta minimnya fasilitas cold storage berskala besar yang membuat harga ikan hancur saat panen raya. Program hilirisasi dan kampanye Gemarikan juga dinilai masih berjalan lambat akibat keterbatasan wewenang eksekusi di tingkat Kabid.

    Tuntutan Pertemuan Lanjutan dengan Kadis

    Di akhir audiensi, MIO Sukabumi Raya menegaskan komitmennya untuk membantu edukasi publik melalui media digital. Namun, mereka menuntut adanya pertemuan tatap muka lanjutan yang wajib dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perikanan beserta pihak BPKAD.

    “Hari ini kami mengapresiasi keterbukaan para Kabid, namun kami pulang membawa laporan yang belum tuntas. Kami minta penentu kebijakan tertinggi hadir di pertemuan berikutnya. Laut adalah kekuatan kita, dan nelayan tidak bisa kenyang hanya dengan regulasi di atas kertas yang tidak dieksekusi oleh pengambil keputusan!” tutup rilis resmi MIO Sukabumi Raya dengan tegas.

    (Redaksi Infotipikor.com / Sumber: Humas MIO Sukabumi Raya)

    Post Views: 181
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Perjuangan “Ngamen” Berbuah Manis, Bupati Buol Bawa Pulang Anggaran Rp21,8 Miliar untuk Jalan Negeri Lama–Modo I

    September 4, 2026

    IWOI Sleman dan Dispar Bahas Strategi Penguatan Pariwisata serta Event Unggulan 2027

    September 4, 2026

    Hadapi Prediksi Hujan Tinggi, Ketua MPU Aceh Tenggara: “Jaga Bumi, Maka Langit Akan Menjagamu”

    September 3, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Kunjungan KSAD ke Bandung, Teknologi Pemusnah Sampah TPS Ciwastra Mampu Olah 5 Ton Per Jam

    September 5, 2026

    Perkuat Silaturahmi dan Integritas, Kuwu Duriyan Arahan Perangkat Desa Tinumpuk dalam Acara Syukuran

    September 5, 2026

    Perjuangan “Ngamen” Berbuah Manis, Bupati Buol Bawa Pulang Anggaran Rp21,8 Miliar untuk Jalan Negeri Lama–Modo I

    September 4, 2026

    IWOI Sleman dan Dispar Bahas Strategi Penguatan Pariwisata serta Event Unggulan 2027

    September 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.