SLEMAN – Semangat menuntut ilmu tidak mengenal batas usia. Hal ini terbukti dari antusiasme para santri lansia yang mengikuti pengajian rutin pekanan Majelis Makrifatullah di Pondok Pesantren Makrifatullah (Masjid Jamilah), Dusun Banaran RT 02 RW 31, Kalurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad (14/6/2026).
Kegiatan yang bertujuan menjaga produktivitas dan spiritualitas kaum lanjut usia ini menghadirkan Ketua Yayasan Kiwari Sleman Yogyakarta, Ustaz Supriadi, sebagai pemateri utama. Dalam tausiyahnya, Ustaz Supriadi mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik, memperkuat keimanan, serta tetap bersemangat menghadiri majelis ilmu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ilmu Sepanjang Hayat
Ustaz Supriadi menegaskan bahwa kewajiban menuntut ilmu berlaku seumur hidup. Ia mendorong para lansia untuk tidak merasa tua untuk belajar, melainkan menjadikan usia senja sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman agama dan memperbaiki diri.
“Usia bukanlah penghalang untuk terus belajar. Selama masih diberi kesempatan oleh Allah SWT, kita harus terus menambah ilmu, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas keimanan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembelajaran sepanjang hayat (long-life learning) memiliki banyak manfaat, antara lain menjaga ketajaman berpikir, menambah wawasan, memperkuat pondasi agama, serta menjadi jalan untuk meraih keberkahan hidup di masa tua.
Pererat Ukhuwah dan Perbanyak Sholawat
Selain menekankan pentingnya ilmu, Ustaz Supriadi juga mengajak para jamaah untuk aktif mengundang keluarga, kerabat, dan tetangga agar turut bergabung dalam pengajian rutin Majelis Makrifatullah yang digelar setiap pekan. Menurutnya, majelis ilmu merupakan wadah strategis untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kualitas ibadah secara berjamaah.
Pada kesempatan tersebut, Ustaz Supriadi juga mengingatkan pentingnya memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menyebut sholawat sebagai amalan yang mendatangkan ketenangan hati, keberkahan, serta menjadi ikhtiar untuk meraih syafaat Rasulullah di akhirat kelak.
“Perbanyaklah bersholawat dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada hari Jumat dan dalam setiap kesempatan. Semoga melalui sholawat, kita mendapatkan keberkahan dan syafaat Rasulullah SAW,” tuturnya.
Program Baca Iqra untuk Lansia
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap semangat belajar para santri senior, usai pengajian inti, Ustaz Supriadi mempersilakan bagi jamaah yang ingin belajar atau melanjutkan bacaan Al-Qur’an dari dasar. Mereka dapat bergabung dalam sesi khusus bersama Ustazah Endang untuk mempelajari Iqra jilid 1 hingga 6. Program ini menjadi bagian dari komitmen Majelis Makrifatullah dalam membina keagamaan masyarakat, termasuk memastikan kemampuan literasi Al-Qur’an bagi semua kalangan usia.
Kegiatan pengajian pekanan tersebut ditutup dengan doa bersama. Seluruh jamaah khusyuk memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam segala urusan, serta rezeki yang halal dan berkah di sisa usia mereka. (Ari Wu)

