Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Desa Baturata dan Kwala Besar Sepakati Penutupan Akses Jalan Menuju Tambang Diduga Ilegal di Buol
    Daerah

    Desa Baturata dan Kwala Besar Sepakati Penutupan Akses Jalan Menuju Tambang Diduga Ilegal di Buol

    By RedaksiJuli 28, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    BUOL – Pemerintah Desa (Pemdes) Baturata dan Pemdes Kwalabesar, bersama Pemerintah Kecamatan Paleleh, mengambil sikap tegas dengan menyepakati penutupan akses jalan desa menuju lokasi tambang di kawasan Bugu. Langkah ini diambil menyusul dugaan bahwa aktivitas pertambangan tersebut beroperasi tanpa memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Kesepakatan tersebut lahir dalam Musyawarah Bersama yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Baturata pada Minggu (26/7/2026) pukul 19.30 WITA. Musyawarah ini dihadiri oleh Camat Paleleh Lukman Djupandang, S.Pt., Kepala Desa Baturata Mustalib, Kepala Desa Kwalabesar Iswadi Suleman, serta unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), RT/RW, Linmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, pendidik, dan perwakilan pemuda dari kedua desa.

    Empat Poin Keputusan Strategis

    Dalam forum tersebut, seluruh peserta menyepakati empat poin keputusan penting, yaitu:
    1. Pengaturan pemanfaatan jalan desa melalui Peraturan Desa (Perdes).
    2. Larangan penggunaan jalan desa oleh alat berat untuk kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan hukum.
    3. Penutupan akses jalan menuju lokasi tambang Bugu.
    4. Pemasangan pembatas berupa pemertalan jalan dan drum pada titik-titik strategis yang telah ditetapkan pemerintah desa.

    Baca Juga:  Belum Seminggu Usai Penertiban, Tambang Ilegal Bodi Diduga Kembali Beroperasi pada Malam Hari

    Kepala Desa Kwalabesar, Iswadi Suleman, menegaskan bahwa jalan desa dibangun menggunakan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat, sehingga penggunaannya harus memberikan manfaat bagi warga, bukan justru dipakai untuk aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.

    “Kami tidak melarang aktivitas masyarakat yang sesuai aturan. Namun apabila jalan desa dimanfaatkan untuk kegiatan yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, pemerintah desa berkewajiban mengambil langkah tegas demi melindungi kepentingan masyarakat dan aset desa,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Kepala Desa Baturata, Mustalib, mengatakan keputusan tersebut bukan diambil secara sepihak, melainkan merupakan hasil musyawarah bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah.

    “Ini bukan keputusan kepala desa sendiri, tetapi hasil kesepakatan bersama antara dua pemerintah desa, pemerintah kecamatan, lembaga desa, dan tokoh masyarakat. Kami ingin menjaga keamanan, ketertiban, serta memastikan fasilitas umum digunakan sesuai peruntukannya,” katanya.

    Baca Juga:  Dugaan Cacat Administrasi dan Pelanggaran Segmentasi Pasar, Tender Jalan Rp82 Miliar di Mahakam Ulu Disorot Publik

    Dukungan Penuh Camat Paleleh

    Camat Paleleh, Lukman Djupandang, S.Pt., menyampaikan bahwa Pemerintah Kecamatan menghormati hasil musyawarah yang telah disepakati kedua desa karena merupakan bagian dari kewenangan pemerintah desa dalam mengatur aset dan fasilitas yang menjadi tanggung jawabnya. Menurutnya, penyelesaian persoalan di wilayah harus mengedepankan musyawarah dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

    “Pemerintah kecamatan mendukung langkah-langkah yang ditempuh melalui mekanisme musyawarah. Harapannya seluruh pihak dapat menghormati keputusan bersama ini serta tetap menjaga situasi yang aman, kondusif, dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” tegas Lukman.

    Hasil musyawarah tersebut selanjutnya dituangkan dalam berita acara sebagai dasar pelaksanaan di lapangan. Pemdes Baturata, Pemdes Kwalabesar, dan Pemerintah Kecamatan Paleleh berharap seluruh pihak dapat menghormati keputusan bersama tersebut demi menjaga ketertiban, keamanan, serta kepentingan masyarakat di wilayah Kecamatan Paleleh.

    (Moh Fharsi)

    Post Views: 1,650
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Wakil Bupati Buol Lepas Kontingen LP3D ke Pesparani Tingkat Provinsi Sulteng

    September 30, 2026

    KPU Buol Tetapkan 114.777 Pemilih Tetap, Catat 1.374 Pemilih Baru di Triwulan III 2026

    September 30, 2026

    Kabupaten Sleman Raih Peringkat 5 Terbaik Nasional dalam Penghargaan Pembangunan Daerah Bappenas 2026

    September 30, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Wakil Bupati Buol Lepas Kontingen LP3D ke Pesparani Tingkat Provinsi Sulteng

    September 30, 2026

    KPU Buol Tetapkan 114.777 Pemilih Tetap, Catat 1.374 Pemilih Baru di Triwulan III 2026

    September 30, 2026

    Kabupaten Sleman Raih Peringkat 5 Terbaik Nasional dalam Penghargaan Pembangunan Daerah Bappenas 2026

    September 30, 2026

    Wujud Kepedulian, BRI Cabang Pancoran Gelar “Jumat Berkah” untuk Masyarakat Sekitar

    September 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.