Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Pemkab Sleman Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Pemotongan Ramah Lingkungan
    Daerah

    Pemkab Sleman Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Pemotongan Ramah Lingkungan

    By RedaksiMei 21, 2026Updated:Mei 21, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan kesiapan pelaksanaan Hari Raya Iduladha 2026 melalui pengawasan ketat kesehatan hewan kurban, pengendalian penyakit menular, hingga pengelolaan limbah pemotongan yang ramah lingkungan.

    Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers bertema “Kurban Berkualitas untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat” yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman di Aula Dinas Pertanian, Kamis (21/5/2026).

    Hadir sebagai narasumber Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman Rofiq Andriyanto, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sugeng Riyanta, serta Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman, dr Lina Nur Islamiyyah Yunus.

    PMK dan Antraks Masih Diwaspadai

    Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, mengatakan pengawasan hewan kurban telah dilakukan sejak sebelum Iduladha melalui pemeriksaan kesehatan ternak di pasar hewan maupun lapak penjualan.

    Menurutnya, penyakit mulut dan kuku (PMK) masih menjadi perhatian, meski kasusnya mulai terkendali.

    “PMK di Sleman belum sepenuhnya selesai. Karena itu vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan terus kami lakukan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, sejak awal tahun pihaknya telah menerapkan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh hewan yang masuk pasar. Hewan yang tidak sehat langsung diminta keluar atau diputar balik.

    Baca Juga:  Ratusan Kades “Kepojok”, Serbu DPRD Buol! Tagih Siltap dan Dana  Desa yang Tak Kunjung Cair

    Selain PMK, kewaspadaan juga ditingkatkan terhadap potensi antraks, terutama di wilayah perbatasan. Vaksinasi ratusan ternak sapi dan kambing telah dilakukan di daerah rawan.

    Untuk pengawasan selama Iduladha, Dinas Pertanian menyiapkan 331 personel, terdiri dari dokter hewan, paramedis, penyuluh, hingga mahasiswa Fakultas Peternakan.

    “Petugas akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem di lokasi penyembelihan hewan kurban,” tambahnya.

    Imbauan Kurangi Plastik Sekali Pakai

    Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Sugeng Riyanta, mengimbau panitia kurban untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging.

    Pemkab Sleman mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan seperti besek bambu, daun, atau wadah guna ulang.

    “Kami ingin pelaksanaan kurban tidak hanya sehat, tetapi juga ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran,” katanya.

    DLH Sleman juga meminta panitia menyiapkan lubang khusus untuk pembuangan limbah pemotongan seperti darah dan jeroan, agar tidak dibuang ke sungai atau saluran air.

    Baca Juga:  Jalan Berbayar Disorot, KMP: Negara Jangan Jadikan Rakyat “Pelanggan” di Tanah Sendiri

    Sugeng mengingatkan, limbah kurban yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan pencemaran, bau tidak sedap, hingga konflik sosial di masyarakat.

    Daging Aman Jika Dimasak Sempurna

    Dinas Kesehatan Sleman memastikan daging kurban tetap aman dikonsumsi selama hewan dalam kondisi sehat dan proses pengolahan dilakukan dengan benar.

    dr Lina Nur Islamiyyah Yunus menjelaskan ciri hewan sehat antara lain aktif, tidak cacat, tidak kurus, nafsu makan baik, serta tidak menunjukkan gejala penyakit seperti mulut berbusa atau mata merah.

    Ia juga mengingatkan petugas penyembelihan untuk menjaga kebersihan diri, termasuk mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker saat sakit.

    “Daging tetap aman dikonsumsi apabila dimasak hingga matang sempurna,” jelasnya.

    Menurutnya, bakteri dan parasit seperti cacing hati dapat mati pada suhu tinggi, sehingga masyarakat diimbau memastikan daging dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

    Pemkab Sleman saat ini juga tengah menyiapkan surat edaran Bupati sebagai pedoman pelaksanaan kurban sehat dan ramah lingkungan pada Iduladha 2026. (Ari Wu)

    Post Views: 19
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    DPRD Buol Paripurnakan Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah

    Mei 21, 2026

    Jalan Berbayar Disorot, KMP: Negara Jangan Jadikan Rakyat “Pelanggan” di Tanah Sendiri

    Mei 20, 2026

    LSM AMN Indramayu Soroti Proyek Jalan Juntinyuat–Pondoh, Bupati Lucky Hakim Diminta Turun Tangan

    Mei 20, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Pemkab Sleman Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Pemotongan Ramah Lingkungan

    Mei 21, 2026

    DPRD Buol Paripurnakan Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah

    Mei 21, 2026

    BREAKING NEWS: Gufran Ahmad Resmi Terpilih sebagai Ketua Kadin Sulawesi Tengah

    Mei 20, 2026

    Jalan Berbayar Disorot, KMP: Negara Jangan Jadikan Rakyat “Pelanggan” di Tanah Sendiri

    Mei 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.