Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Politik & Hukum»Jaringan Oligarki Tambang dan Energi Pada Pemilu 2024
    Politik & Hukum

    Jaringan Oligarki Tambang dan Energi Pada Pemilu 2024

    By RedaksiJanuari 22, 2024Updated:Maret 3, 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Editor : Redaksi 

    INFOTIPIKOR.COM | JAKARTA, Oleh : Melky Nahar (Kordinator Jaringan Advokasi Tambang) – Tanggal 21 Januari 2024,
    Para calon Wakil Presiden 2024 telah
    menjalani debat keempat, Minggu
    Malam (21/1), dengan tema Sumber
    Daya Alam, Lingkungan Hidup,
    Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat
    Adat danDesa.

    Aktivitas bisnis dari
    para pendukung para kontestan
    utamanya bisnis tambang, adalah
    penyebab utama pengerukan sumber
    daya alam dan energi, penghancuran
    lingkungan hidup,menyempit dan
    kian musnahnya sumber-sumber pangan warga.

    Lebih dari itu, bisnis yang selalu haus lahan ini, memicu konflik-konflik pertanahan, kriminalisasi, kekerasan terhadap warga kampung dan masyarakat adat.

    Usai debat soal lingkungan hidup ini,
    Jaringan Advokasi Jatam (JATAM)
    mengajak warga untuk memblejeti
    kepentingan-kepentingan bisnis dari
    para kontestan dan para
    pendukungnya,dengan meluncurkan
    laporan “Jaringan Oligarki Tambang dan Energi Pada Pemilu 2024.

    Laporan ini menelusuri bisnis-bisnis di balik para pendukung kandidat yang berpotensi besar merusak lingkungan hidup serta makin gentingnya daya respon masyarakat pesisir dan pulau pulau kecil.

    Selain juga benturan
    kepentingan oligarki penguasa dan
    bisnis, telah menelurkan berbagai
    undang-undang yang memberi karpet
    merah pada investasi.

    Laporan ini digarap sejak Desember
    2023 hingga Januari 2024. Dengan
    fokus bisnis-bisnis para kandidat
    dan tim kampanye, dari dokumen-
    dokumen resmi terbaru, baik akta-
    akta pemerintah maupun laporan
    internal perusahaan serta, sebagai
    sumber utama. Dokumen jurnal dan
    berita-berita media, sebagai rujukan
    pendukung.

    “Afiliasi langsung bisnis para pihak ini
    kami telusuri relasinya dengan
    perusahaan-perusahaan lain yang
    bergerak dalam sektor pertambangan
    dan energi. Seluruh informasi yang
    didapatkan kami himpun dan
    analisis, lalu membuat kesimpulan
    menggunakan metode Analisis
    JejaringSosial,” tutur Melky Nahar,

    Baca Juga:  Pelantikan Pengurus DPC Partai NasDem se-Kabupaten Sumedang Digelar di Jatinangor

    Koordinator Nasional Jaringan
    Advokasi Tambang saat peluncuran
    laporan. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 diikuti tiga pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Anies Rasyid
    Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Prabowo Subianto-Gibran
    Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran),
    dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD
    (Ganjar-Mahfud).

    Pasangan AMIN diusung oleh Partai
    NasDem, PKB, dan PKS. Sementara
    Prabowo-Gibran diusungoleh Partai
    Gerindra, PAN, Golkar, Demokrat,
    Gelora, Garuda, PSI, dan PBB. Lalu,
    pasangan Ganjar-Mahfud MD diusung oleh PDI Perjuangan, Perindo, PPP, dan Hanura.

    Diantara tiga pasangan Capres-
    Cawapres termasuk partai politik
    pendukung hingga tim pemenangan,
    terdapat nama-nama yang berlatar
    belakang pengusaha dan terafiliasi
    dengan berbagai macam bisnis, salah
    satunya di sektor pertambangan dan
    energi.

    “Di pasangan Anies-Muhaimin misalnya, terdapat tujuh orang yang
    terafiliasi dengan bisnis pertambangan dan energi. Di
    pasangan Prabowo-Gibran, terdapat
    delapan belas orang,termasuk
    Prabowo Subianto. Sementara di
    pasangan Ganjar-Mahfud, sebanyak
    tujuh orang,” lanjut Melky Nahar.

    “Deretan tim pemenangan yang
    terafiliasi dengan tambang dan energi
    dipasangan Capres-Cawapres ini,
    selain sebagian memiliki relasi bisnis
    satu sama lain dalam tim pemenangan kandidat yang sama, juga mempunyai relasi bisnis dengan tim pemenangan di pasangan Capres-Cawapres lain,” ungkap Melky.

    Situasi ini menunjukkan bahwa dunia
    politik memang sangat menggiurkan
    bagi semua profesi, termasuk
    pengusaha. Dan, tentu saja, rentan
    dengan konflik kepentingan.
    Dukungan finansial dan politik para
    pebisnis ini cenderung berorientasi
    untuk menikmati rente. Mereka
    mempertahankan dan merebut
    kekuasaan sehingga memperoleh
    kemudahan (privilese) dan proteksi
    politik.

    Baca Juga:  Muscab PKB Indramayu 2026, Amroni Optimis Raih Kemenangan Mutlak di Pemilu

    “Hegemoni oligarki dalam politik
    semacam pemilu ini akan
    menghasilkan buah pahit bagi
    demokrasi. Ia akan dengan mudah
    mengotak-atik kebijakan dan regulasi, dan pada akhirnya akan dengan
    mudah menjarah kekayaan
    alam di tubuh kepulauan Indonesia,”
    tegas Melky.

    Situasi Pemilu 2024 ini pun tak jauh
    berbeda dengan pemilu sebelumnya,
    terutama pada Pemilu2019. Dimana
    sebagian pasangan calon berlatar
    belakang pengusaha, sementara
    komposisi tim pemenangannya pun
    juga sebagian besar pengusaha. Dilindungi, dengan menghilangkan
    pasal pidana ketika izin yang
    dikeluarkan bermasalah secara
    hukum.

    Diera pemerintahan Jokowi pula,
    revisi UU KPK alih-alih memperkuat
    pencegahan dan pemberantasan
    korupsi, sebaliknya justru memberi
    ruang bagi para pebisnis agar dapat
    dengan mudah membajak proyek-
    proyek negara tanpa dapat disentuh
    secara hukum.
    Dengan demikian, tak perlu menaruh
    harapan berlebih kepada para
    kontestan, partai politik pendukung
    dan tim pemenangan.

    Para kontestan yang sedang mempertahankan dan merebut kekuasaan itu, tidak lahir dan
    besar dari situasi krisis, sebagaimana
    situasi empiris yang dialami warga di
    daerah lingkar tambang. “Sebaliknya,
    mereka justru menjadi bagian dari
    masalah,menikmati keuntungan
    berlipat-ganda,” tegas Melky.

     

     

    Post Views: 532
    Anies Rasyid Baswedan- Muhaimin Iskandar Ganjar Pranowo-Mahfud MD Jaringan Advokasi Jatam Melky Nahar Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Judi Slot Menjamur di Aceh Tenggara, LANN Agara Desak Kapolres Sikat Bandar hingga Akar

    April 24, 2026

    Perusahaan “Seumur Jagung” Menang Proyek Rp13,2 M, Dugaan Pelanggaran Kualifikasi Menguat

    April 20, 2026

    CV Baru Seumur Hari Menang Proyek Rp3,9 M, Dugaan “Lolos Kualifikasi” Dipertanyakan

    April 20, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Penuh Haru dan Syukur, Bupati Sleman Lepas 354 Calon Jamaah Haji 2026

    April 26, 2026

    Diduga Tak Miliki SBU BG002, CV Yuda Afrida Makmur Menangkan Proyek Gedung KUA Parengan Rp 299 Juta

    April 26, 2026

    Bupati–Wabup Sleman Hadiri HPN 2026, Dorong Pers Bangun Kesadaran Publik yang Sehat

    April 26, 2026

    Diduga Tanpa SBU BG009, CV Tani Mandiri Berjaya Menangkan Paket Pemeliharaan MIN 3 Jombang Rp102 Juta

    April 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.