PURWAKARTA – Kondisi Gedung Pusat Pembinaan dan Pelatihan (Puslatda) Cabang Olahraga Menembak (Perbakin) Kabupaten Purwakarta yang rusak parah sejak Desember 2025 hingga kini belum juga diperbaiki. Keruntuhan bagian atap gedung tersebut telah melumpuhkan aktivitas latihan rutin dan menghambat persiapan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada area lintasan tembak 10 meter, tetapi juga merembet ke gudang penyimpanan peralatan, ruang mushala, ruang pertemuan, serta toilet. Akibatnya, sejumlah fasilitas vital tidak dapat digunakan, sehingga mengganggu program pembinaan atlet secara keseluruhan.
Kendala Serius Menuju Porprov
Ketua Perbakin Purwakarta, Guntur Era Putra, menyatakan keprihatinannya atas lambatnya penanganan kerusakan tersebut. Ia menekankan bahwa menuju Porprov membutuhkan program latihan yang terprogram, konsisten, dan didukung sarana prasarana yang memadai.
“Kami tentu berharap para atlet dapat menjalani persiapan dengan maksimal. Namun, kondisi fasilitas yang mengalami kerusakan ini menjadi kendala nyata dalam proses pembinaan. Atlet membutuhkan tempat latihan yang layak dan aman agar dapat mempersiapkan diri secara optimal untuk menghadapi Porprov,” ungkap Guntur.
Dengan waktu yang semakin mepet menuju pelaksanaan Porprov November 2026, keterbatasan fasilitas dikhawatirkan akan menurunkan performa atlet Purwakarta di ajang tingkat provinsi tersebut.

Desakan Tindak Lanjut Konkret
Guntur menuturkan bahwa persoalan ini sebenarnya telah dikomunikasikan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporapar/Dispora) Kabupaten Purwakarta. Pemerintah daerah bahkan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Januari 2026.
Meski mengapresiasi langkah peninjauan tersebut, Perbakin Purwakarta mendesak adanya tindak lanjut yang lebih konkret.
“Kami mengapresiasi perhatian dan peninjauan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Namun, mengingat kerusakan telah berlangsung sejak Desember 2025 dan berdampak langsung terhadap fasilitas latihan, kami berharap peninjauan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret, kepastian penanganan, serta jadwal perbaikan yang jelas,” tegas Guntur.
Mencari Solusi Alternatif
Perbakin Purwakarta memahami bahwa proses perbaikan infrastruktur pemerintah memerlukan mekanisme administrasi tertentu. Namun, urgensi persiapan atlet tidak bisa menunggu terlalu lama. Oleh karena itu, Perbakin mengajukan dua opsi solusi:
1. Percepatan perbaikan gedung Perbakin yang rusak.
2. Penyediaan alternatif fasilitas latihan sementara yang aman dan memadai jika perbaikan gedung belum dapat segera direalisasikan.
“Harapan kami sederhana: atlet Purwakarta dapat berlatih dengan layak, aman, dan maksimal. Kami ingin Perbakin Purwakarta dapat terus menjalankan pembinaan secara optimal dan memberikan kontribusi prestasi bagi Kabupaten Purwakarta pada Porprov Jawa Barat 2026. Untuk mewujudkan hal tersebut, dukungan nyata terhadap ketersediaan fasilitas latihan merupakan kebutuhan yang mendesak,” tutup Guntur. (Agus Supriadi)

