PURWAKARTA – Kepala Desa (Kades) Cimahi, Asep Saepul Bahrie, hadir langsung dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid Jamie Alfalah, Lingkungan Citenjo. Kehadiran orang nomor satu di desa tersebut menjadi bukti nyata dukungan Pemerintah Desa Cimahi terhadap geliat syiar keagamaan yang semakin hidup di wilayahnya.
Dalam sambutannya, Asep Saepul Bahrie menyatakan rasa bangganya melihat antusiasme masyarakat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan berskala besar atau “gebyar”. Ia menegaskan bahwa peningkatan keimanan dan ketaqwaan warga merupakan salah satu program prioritas Pemdes Cimahi yang terus didorong melalui berbagai agenda spiritual.
“Saya merasa bangga dengan kegiatan syiar keagamaan yang gebyar di wilayah Desa Cimahi. Ini sejalan dengan salah satu program Pemdes Cimahi untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan melalui berbagai kegiatan keagamaan,” ujar Asep.
Tausyiah Mendalam dari Abuya Hasan Asy’ari
Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan pembacaan Deba (puji-pujian kepada Nabi) yang dibawakan oleh para santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Haromain Cirangin. Lantunan sholawat yang merdu berhasil membuka hati para jamaah sebelum memasuki sesi inti pengajian.
Sebagai narasumber utama, hadir Pimpinan Ponpes Al-Haromain Cirangin, Abuya Hasan Asy’ari, yang memberikan tausyiah mendalam tentang keteladanan Rasulullah SAW. Materi yang disampaikan menyentuh aspek spiritual dan sosial, membuat para jamaah terpukau dan menyimak dengan saksama.
Antusiasme Warga Tinggi
Suasana masjid terlihat penuh sesak, namun tetap tertib. Jamaah dari berbagai lapisan masyarakat tampak sangat antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat akan siraman rohani masih sangat tinggi, dan peran tokoh agama serta dukungan pemerintah desa menjadi kunci keberlangsungan tradisi positif ini.
Dengan adanya kolaborasi antara pemdes, tokoh agama, dan lembaga pendidikan seperti Ponpes Al-Haromain, diharapkan Desa Cimahi dapat terus mempertahankan identitasnya sebagai komunitas yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. (Agus Supriadi)

