PURWAKARTA – Pemerintah Desa (Pemdes) Cimahi kembali menggelar agenda rutin pengajian bulanan yang kali ini menghadirkan narasumber khusus, Abuya Hasan Asy’ari. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh aparatur pemerintahan Desa Cimahi serta warga masyarakat setempat, dengan tujuan memperdalam pemahaman keislaman dan memperkuat fondasi spiritual para pelayan publik.
Dalam tausyiahnya, Abuya Hasan Asy’ari membahas secara mendalam tentang hakikat keimanan seorang hamba. Ia menekankan pentingnya tashdiqul qolbi atau meyakinkan hati terhadap keesaan dan keagungan Allah SWT. Menurut beliau, iman bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan keyakinan yang tertanam kuat di dalam dada yang mampu menenangkan jiwa di tengah hiruk-pikuk dunia.
“Keimanan itu harus dibuktikan dengan ketenangan hati. Ketika kita benar-benar menyadari keagungan Allah SWT, maka segala urusan dunia akan terasa lebih ringan karena kita bersandar hanya kepada-Nya,” ujar Abuya Hasan dalam ceramahnya.
Mengupas Hikmah Kitab Safinatun Najah
Pengajian kali ini juga mengambil hikmah dari kitab klasik Safinatun Najah (Kapal Keselamatan) karya Syekh Salim bin Sumair Al-Hadrami. Kitab yang menjadi rujukan utama dalam mempelajari fiqih dasar ini digunakan sebagai panduan untuk memahami tata cara ibadah yang benar sesuai ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Abuya Hasan menjelaskan bahwa pemahaman fiqih yang lurus akan melahirkan ibadah yang khusyuk dan diterima oleh Allah SWT. Melalui bedah kitab ini, peserta diajak untuk kembali meluruskan niat dan memperbaiki kualitas ibadah sehari-hari.
Kehadiran Abuya Hasan Asy’ari disambut antusias oleh para peserta. Aparatur desa maupun warga terlihat serius menyimak materi sambil mencatat poin-poin penting yang disampaikan.
Keseimbangan Kinerja dan Rohani
Kepala Desa Cimahi, Asep Saepul Bahrie, yang turut hadir menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kinerja administratif dan kesehatan rohani para pelayan masyarakat.
“Dengan mengikuti pengajian dan mendalami kitab seperti Safinatun Najah, kita diharapkan tidak hanya pintar mengatur desa, tetapi juga pintar mengatur diri sendiri di hadapan Allah,” tutup Asep.
Melalui agenda rutin ini, Pemdes Cimahi terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja dan masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan senantiasa mengingat kebesaran Sang Pencipta. (Agus Supriadi)

