Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»TNI - POLRI»Uu Ruzhanul : Jawa Barat Memiliki Karakteristik Yang Berbeda Dengan Provinsi Lainnya
    TNI - POLRI

    Uu Ruzhanul : Jawa Barat Memiliki Karakteristik Yang Berbeda Dengan Provinsi Lainnya

    By RedaksiDesember 17, 2020Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INFOTIPIKOR.COM | BANDUNG – Jawa Barat memiliki karekteristik yang berbeda dengan Provinsi lainnya. Pemikiran masyarakatnya lebih maju, baik dalam politik, ideology maupun lainnya, sehingga menimbulkan dinamika beraneka ragam.

    Kondisi tersebut memerlukan peran serta berbagai unsur termasuk intelejen, untuk menjaga stabilitas kamtibmas Jawa Barat yang kondusif. Apalagi Jawa Barat merupakan wilayah penyangga ibukota Negara, yang dapat mempengaruhi kondisi kondusifitas nasional.

    Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, usai Rapat koordinasi Kominda Jawa Barat di Hotel Grand Preanger Kota Bandung, Kamis (17/12/2020).

    “ Mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini, karena sangat bermanfaat dapat memunculkan ide – ide, inovasi yang lebih update, yang lebih hebat untuk menjaga kondusifitas masyrakata di Jawa Barat. Selain itu juga bisa bersilaturahmi denga Kominda di seluruh Jawa Barat,”ucap Uu .

    Uu Ruzhanul Ulum yang menjadi keynote speech dalam rapat koordinasi itu, menyoroti Peran Pemerintah daerah dalam menjaga Kondusifitas Wilayah.

    Baca Juga:  Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil Jelang Ramadhan, Polres Purwakarta Gelar Operasi Pasar

    Dalam paparannya Uu mengatakan, Jawa Barat memiliki karekteristik yang berbeda dengan Provinsi lainnya. Pemikiran masyarakatnya lebih maju, baik dalam politik, ideology maupun lainnya, sehingga menimbulkan dinamika beraneka ragam.

    “Dengan adanya intelejen ini, bisa menditeksi dini situasi dan kondisi masyarakat yang ada di Jawa Barat. Sehingga stabilitas kamtibmas di Jawa Barat dapat terus terjaga,” kata Uu.

    Uu juga berharap, intelejen dapat lebih berbaur dengan berbagai unsur, baik tokoh masyarakat, agama, pengusaha maupun lainnya agar dapat segera menyampaikan informasi, dalam hal ini untuk dapat segera ditindak lanjuti.

    “Bisa lebih bersatu dengan masyarakat, dapat memanfaatkan tokoh masyarakat, untuk mendekati mereka-meraka yang dianggap tidak sesuai dengan situasi dan kondisi,” harapnya.

    Sementara dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Jawa Barat Brigjen TNI Dedy Agus Purwanto dalam paparan “Peran Intelejen di Daerah” mengatakan, peran intelejen di Jawa Barat masih sangat diperlukan. Kondisi Jawa Barat saat ini dinamis baik dari aspek keamanan, ketertiban, politik hingga isu strategis dengan berjalannya peran intelejen. Seperti pada Pilkada Serentak 2020,” ungkapnya.

    Baca Juga:  Tingkatkan Profesionalisme Penyidik, Polres Purwakarta Ikuti Program Polri Belajar Bidang Penyidikan

    “Deteksi dini kerawanan Pilkada Jawa Barat 2020, kami rekomendasi dalam Pilkada Jabar 2020 himbauan agar tidak melakukan euforia kemenangan berlebihan. Apalagi melakukan pengumpulan massa yang banyak, dan pasangan calon tetap menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ungkapnya.

    Selain itu, Dedy Agus juga menyarankan pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota dalam penanggulanan dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, agar mengoptimalkan pemanfaatan isolasi terpusat.

    Operasi Yustisi yang diperkuat menurut Dedy Agus, dapat memastikan pelaksanaan isolasi terpusat dan penerapan protokol kesehatan.

    “Menyarankan agar pemerintah daerah memperketat pembatasan sosial, pembatasan operasi tempat makan, lokasi hiburan/mall sampai pukul 20.00 WIB dan implementasi pembatasan sosial berskala mikro,” jelas Dedy Agus.*(Man)

    Post Views: 148
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil Jelang Ramadhan, Polres Purwakarta Gelar Operasi Pasar

    Februari 5, 2026

    Tingkatkan Profesionalisme Penyidik, Polres Purwakarta Ikuti Program Polri Belajar Bidang Penyidikan

    Februari 4, 2026

    Sat Resnarkoba Polres Purwakarta Sosialisasikan P4GN kepada Pelajar SMA Al-Muhajirin

    Januari 28, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    DRSN Diduga Jadi Mafia PETI Ilegal di Bugu, Warga Tantang Aparat Bertindak

    Februari 6, 2026

    Sosok Pemimpin Suri Teladan, Harda Kiswaya Disambangi Tim BISA dan Yayasan Kiwari

    Februari 6, 2026

    Komisi III DPRD Kota Bandung Dorong Penataan JPO Sebagai Infrastuktur Penting Keselamatan Publik

    Februari 5, 2026

    Ketidakhadiran Pimpinan PTPN 1 Regional 2 dan BPN dalam Audiensi di DPRD Purwakarta Kecewakan Warga Desa Campaka 

    Februari 5, 2026
    Kategori
    • Advetorial
    • Daerah
    • Ekonomi & Bisnis
    • Entertainment
    • Film
    • Iklan
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Musik
    • Nasional
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Politik & Hukum
    • Ragam & Olah Raga
    • Religi
    • Sosial & Budaya
    • TNI – POLRI
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.