INDRAMAYU – Aksi kontras terlihat dalam kegiatan bersih-bersih sungai di wilayah Krangkeng, Jum’at (15/5/2026). Bupati Indramayu, Lucky Hakim, turun langsung ke aliran sungai yang dipenuhi sampah, sementara H. Caridin tampak hanya berdiri di pinggir lokasi.
Dengan tangan sendiri, Lucky Hakim mengangkat berbagai jenis sampah mulai dari plastik, popok sekali pakai hingga limbah rumah tangga yang menyumbat aliran. Tanpa ragu, ia masuk ke sungai yang berlumpur dan bekerja bersama warga.
Aksi tersebut cepat viral di media sosial dan menuai beragam reaksi publik. Banyak yang memuji keberanian dan keteladanan Bupati Indramayu itu, namun tak sedikit pula yang menyoroti sikap pejabat lain yang dinilai pasif di lokasi.
“Sungai ini milik kita bersama. Kalau kita jaga, anak cucu kita yang nikmati. Yuk mulai dari hal kecil, buang sampah pada tempatnya,” ujar Lucky Hakim di sela kegiatan.
Kehadiran orang nomor satu di Indramayu tersebut terbukti memicu partisipasi warga. Masyarakat Krangkeng berbondong-bondong ikut membersihkan sungai, menciptakan suasana gotong royong yang jarang terlihat sebelumnya.
Camat Krangkeng, Indra Mulyana, mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai kehadiran pimpinan daerah di lapangan memberi dorongan moral bagi aparat dan warga.
“Ketika pimpinan turun langsung, masyarakat ikut bergerak. Ini contoh nyata,” ujarnya.
Namun di tengah pujian, kritik juga muncul. Seorang warga, Taryam (43), menyebut aksi tersebut tidak lebih dari “konten”. Meski begitu, sebagian besar warga tetap menilai kegiatan itu berdampak positif, terlepas dari motif yang diperdebatkan.
Menanggapi kritik, Lucky Hakim menegaskan bahwa kegiatan bersih sungai tidak akan berhenti sebagai seremoni. Ia berkomitmen menjadikannya program berkelanjutan.
Sorotan publik kini tak hanya tertuju pada aksi sang bupati, tetapi juga pada sikap pejabat lain yang dinilai belum menunjukkan keterlibatan nyata di lapangan. (Fif)

