PURWAKARTA – Pihak SMPN 1 Cibatu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta memberikan klarifikasi terkait temuan pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) dalam proyek revitalisasi sekolah tahun 2026.
Humas SMPN 1 Cibatu, Desi, menyampaikan bahwa kondisi tersebut terjadi pada momen tertentu dan bukan merupakan kelalaian yang disengaja secara terus-menerus.
“Saya kira apa yang tertulis sama seperti yang saya sampaikan kepada rekan wartawan yang hadir saat itu. Bahwa kemungkinan pekerja baru selesai beristirahat, sehingga ada yang belum kembali menggunakan APD, dan ada juga yang sempat membuka APD karena merasa kegerahan,” ujarnya. Kamis (14/05/2026).
Meski demikian, pihak sekolah mengakui dan menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi bahan evaluasi bagi panitia pelaksana proyek.
“Kami sudah memberikan teguran kepada mandor dan para pekerja yang bersangkutan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tambahnya.
Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan, serta berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan terhadap penerapan standar keselamatan kerja (K3) selama proses pembangunan berlangsung. (Redaksi)

