PURWAKARTA – Peringatan haul ke-40 wafatnya Almarhum AA Ust Apip berlangsung khidmat dan penuh haru di Purwakarta. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, ulama, ratusan santri, serta kerabat almarhum yang bersama-sama mengenang jasa dan mendoakan almarhum.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Haromain Cirangin, Abuya Hasan Asy’ari, menyampaikan tausyiah yang menekankan pentingnya menjadikan kebaikan almarhum sebagai teladan nyata bagi generasi penerus. Ia mengingatkan bahwa berdirinya Pondok Pesantren Sabilunnajaa Salafiyi merupakan amanah dan keinginan besar almarhum semasa hidupnya.
Menyinggung warisan almarhum, Abuya Hasan menegaskan agar tradisi pengajian malam Senin tidak boleh terhenti. Sebaliknya, tradisi tersebut harus terus dikembangkan dan dimajukan.
“Pengajian ini adalah warisan spiritual beliau. Jangan sampai berhenti, bahkan harus lebih maju lagi,” tegas Abuya Hasan di hadapan para hadirin.
Lebih lanjut, Abuya mengajak para santri untuk meningkatkan semangat dalam menggali ilmu agama sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada almarhum. Ia menjelaskan bahwa mencontoh akhlak mulia dan melanjutkan perjuangan dakwah almarhum bukan hanya sekadar kewajiban moral, tetapi juga merupakan *wasilah* (perantara) doa terbaik bagi almarhum di alam barzah.
“Meneruskan perjuangan beliau adalah doa yang paling abadi. Semakin banyak manfaat yang diberikan pesantren ini, semakin terang pula cahaya kubur beliau,” imbuhnya.
Kehadiran para tokoh dan ulama dalam haul ini menjadi bukti bahwa sosok AA Ust Apip memiliki pengaruh yang mendalam dalam membangun *ukhuwah islamiyah* dan pendidikan karakter, khususnya di Desa Cimahi dan wilayah Purwakarta pada umumnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil secara khidmat dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Abuya Hasan Asy’ari. Doa tersebut memohonkan ampunan dan ketenangan bagi almarhum, serta keberkahan bagi Ponpes Sabilunnajaa Salafiyi agar tetap istiqomah dalam mencetak generasi rabbani. (Agus Supriadi)

