PURWAKARTA – Suasana haru dan bangga menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Mushola Albahriyah, Desa Cimahi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Puncak perhatian hadirin tertuju pada penampilan sekelompok anak-anak pengajian yang dengan lancar dan fasih melantunkan bacaan Barzanji (puji-pujian kepada Nabi). Keahlian mereka dalam menghafal dan membawakan syair-syair klasik tersebut mendapat apresiasi tinggi dari seluruh warga yang hadir.
Kepala Desa (Kades) Cimahi, Asep Saepul Bahrie, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyatakan rasa gembiranya melihat antusiasme dan kemampuan para santri cilik. Baginya, penampilan ini adalah bukti nyata bahwa generasi penerus sedang dibekali dengan ilmu agama yang kuat sebagai fondasi masa depan mereka.
“Selaku orang tua tentunya pasti sangat membanggakan melihat anaknya bisa tampil membaca Barzanji. Dan selaku pemerintahan desa, kami tentunya sangat gembira karena berkembangnya syiar Islam sampai ke pelosok,” ujar Asep Saepul Bahrie dengan wajah berseri-seri.
Kades: Generasi Berakhlak Kunci Ketahanan Bangsa
Kades Asep menambahkan bahwa pembentukan karakter sejak dini melalui kegiatan keagamaan seperti ini sangat krusial bagi ketahanan bangsa. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai spiritual di tengah arus modernisasi.
“Insya Allah, jika generasi penerus semuanya seperti ini—berakhlakul karimah dan mencintai Nabi—maka negara akan menjadi kuat,” tegasnya.
Acara Maulid di Mushola Albahriyah ini tidak hanya dihadiri oleh warga masyarakat dan orang tua santri, tetapi juga disaksikan oleh unsur keamanan dan pemerintahan setempat. Tampak hadir perwakilan Pemerintah Desa Cimahi, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa Desa Cimahi. Kehadiran para aparat ini menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan positif yang melibatkan peran serta remaja dan anak-anak di lingkungan desa.
Dengan adanya wadah seperti pengajian rutin di mushola, diharapkan minat belajar agama anak-anak Desa Cimahi terus meningkat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mulia secara spiritual dan moral, sehingga dapat menjadi aset berharga bagi pembangunan desa dan negara.
Agus Supriadi)

