INDRAMAYU – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMK NU Kelautan Kaplongan, Kabupaten Indramayu, resmi ditutup pada Sabtu (18/7/2026). Ratusan calon Taruna dan Taruni mengikuti upacara penutupan dengan penuh semangat di lingkungan Kampus Hijau sebagai tanda kesiapan menempuh pendidikan selama tiga tahun ke depan.
Selama sepekan, peserta MPLS mendapatkan pembekalan intensif mengenai kedisiplinan, wawasan kebangsaan, kerja sama tim, serta pengenalan budaya dan tata tertib sekolah berbasis kemaritiman.
Kepala SMK NU Kelautan Kaplongan, Dr. Masrurih, M.Hum., hadir langsung sebagai pembina upacara penutupan. Dalam amanatnya, beliau menekankan tiga nilai dasar yang harus dipegang teguh oleh setiap siswa.
“Jadilah pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Pegang teguh nilai-nilai itu untuk menjalani kehidupan di dunia dengan penuh percaya diri,” tegas Dr. Masrurih.
Pesan paling berkesan disampaikan saat beliau mengingatkan tentang jati diri seorang Taruna dan Taruni.
“Taruna dan Taruni itu mahal. Mahal bukan karena seragam yang dikenakan, tetapi karena karakter, mental, dan komitmen yang harus dijaga. Jaga nama baik diri, keluarga, dan almamater SMK NU Kelautan Kaplongan,” ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.
Menurut Dr. Masrurih, MPLS bukan sekadar seremoni pengenalan lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi pondasi awal pembentukan karakter peserta didik agar selaras dengan visi sekolah serta semboyan #SMKBisa dan #ManJaddaWaJadda.
Usai penutupan, seluruh Taruna dan Taruni akan kembali mengikuti kegiatan belajar dan pembinaan rutin pada hari Senin. Di bawah kepemimpinan Dr. Masrurih, M.Hum., SMK NU Kelautan Kaplongan berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja maupun wirausaha di bidang kelautan.
(Fif / Redaksi Infotipikor.com)

