SLEMAN – Pengajian pekanan Majelis Makrifatullah Yayasan Kiwari kembali digelar di Dusun Banaran RT 02 RW 31, Kalurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad (28/6/2026). Dalam tausiyahnya, Ustadz Suharmanto mengajak para jamaah untuk meneladani sifat-sifat mulia lima Nabi Ulul Azmi sebagai bekal spiritual dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ustadz Suharmanto menyampaikan bahwa umat Islam, khususnya umat Nabi Muhammad SAW, hendaknya menjadikan kisah dan keteladanan para nabi sebagai pedoman utama dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, keikhlasan, kesabaran, serta ketaatan kepada Allah SWT.
“Perjalanan dakwah para Nabi Ulul Azmi sarat dengan pelajaran berharga tentang keteguhan iman dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan,” ujarnya.
Ia kemudian menguraikan nilai-nilai luhur dari kelima nabi tersebut:
* Nabi Nuh AS: Mengajarkan pentingnya kesabaran dan istiqamah dalam berdakwah meski menghadapi penolakan keras.
* Nabi Ibrahim AS: Menjadi teladan tertinggi dalam keikhlasan dan kepatuhan mutlak terhadap perintah Allah SWT.
* Nabi Musa AS: Menunjukkan keberanian luar biasa dalam menegakkan kebenaran melawan kezaliman penguasa.
* Nabi Isa AS: Mengajarkan ketulusan hati, kesabaran, serta kasih sayang kepada sesama.
* Nabi Muhammad SAW: Merupakan uswatun hasanah (teladan sempurna) dengan akhlak mulia yang menjadi pedoman sepanjang zaman.
Selain meneladani para Nabi Ulul Azmi, Ustadz Suharmanto juga mengingatkan jamaah untuk mengamalkan empat sifat utama Rasulullah SAW, yaitu Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathanah (cerdas dan bijaksana). Nilai-nilai ini dinilai krusial untuk diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta suasana yang rukun, damai, dan penuh keberkahan.
Mengutip Surah Adz-Dzariyat ayat 56, ia menegaskan bahwa tujuan utama diciptakannya manusia dan jin adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Setiap manusia adalah pemegang amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya. Oleh karena itu, persiapan menuju husnul khatimah harus dilakukan dengan memperbanyak amal saleh, menjaga silaturahmi, saling menasihati dalam kebaikan, serta memaafkan kesalahan orang lain.
Pengajian yang dihadiri oleh para lansia dan masyarakat setempat ini ditutup dengan doa bersama secara khusyuk. Doa dipanjatkan untuk memohon kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam setiap urusan, serta keberkahan bagi seluruh civitas Yayasan Kiwari dan para jamaah.
Melalui kegiatan rutin ini, Majelis Makrifatullah berharap jamaah dapat terus memperkuat iman dan mengamalkan akhlak para nabi, sehingga kehidupan menjadi lebih tenang dan memperoleh ridho Allah SWT di akhir hayat nanti. (Ari Wu)

