Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Religi»Rahasia Kesembuhan dan Ketenangan Hati, Jamaah Majelis Makrifatullah Diajak Amalkan Do’a Para Nabi
    Religi

    Rahasia Kesembuhan dan Ketenangan Hati, Jamaah Majelis Makrifatullah Diajak Amalkan Do’a Para Nabi

    By RedaksiJuni 21, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    SLEMAN – Pengajian rutin Majelis Makrifatullah yang digelar di Pondok Pesantren Makrifatullah Yayasan Kiwari (Masjid Jamilah), Dusun Banaran RT 02 RW 31, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad (21/6/2026), mengangkat tema spesial tentang amalan doa para nabi. Tema ini dipilih sebagai ikhtiar spiritual untuk memperoleh kesembuhan, ketenangan hati, dan hidayah dari Allah SWT.

    Dalam tausiyahnya, KH Habibullah mengajak jamaah untuk meneladani kesabaran Nabi Ayyub AS dan ketundukan Nabi Yunus AS ketika menghadapi ujian hidup. Menurutnya, kedua nabi tersebut memberikan pelajaran berharga tentang kekuatan doa, kesabaran, dan tawakal kepada Allah SWT.

    Doa Nabi Ayyub AS untuk Kesembuhan

    KH Habibullah menjelaskan bahwa Nabi Ayyub AS merupakan teladan utama bagi umat Islam dalam menghadapi penyakit dan cobaan hidup. Meski mengalami sakit yang berat dalam waktu yang lama, beliau tetap bersabar dan tidak pernah berhenti memohon pertolongan kepada Allah SWT.

    Doa Nabi Ayyub AS yang diabadikan dalam QS Al-Anbiya ayat 83 berbunyi:
    “Wa Ayyuuba idz naadaa rabbahuu annii massaniyadh-dhurru wa anta arhamur raahimiin.”

    Baca Juga:  Sambut 1 Muharram 1448 H, Pemdes Cimahi dan Warga Gelar Pawai Obor Penuh Antusiasme

    Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

    Menurut KH Habibullah, doa tersebut mengajarkan umat Islam untuk tetap bersabar dan berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah SWT ketika menghadapi sakit maupun musibah.

    “Kesabaran Nabi Ayyub menjadi contoh bagi kita semua. Ketika sakit, jangan putus asa. Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ayyub AS,” ujarnya.

    Doa Nabi Yunus AS untuk Ketenangan Hati

    Selain doa Nabi Ayyub AS, pengajian juga membahas doa Nabi Yunus AS yang terdapat dalam QS Al-Anbiya ayat 87. Doa tersebut dibaca Nabi Yunus ketika berada dalam kegelapan perut ikan setelah memohon ampun kepada Allah SWT.

    “Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.”

    Baca Juga:  Tak Kenal Usia untuk Belajar, Pengajian Majelis Makrifatullah Dorong Lansia Tetap Produktif dan Religius

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

    KH Habibullah menjelaskan bahwa doa Nabi Yunus AS sangat baik diamalkan ketika seseorang sedang mengalami kesedihan, kegelisahan, tekanan hidup, maupun berbagai persoalan yang membuat hati tidak tenang.

    “Jika hati sedang sedih atau gelisah, perbanyak membaca doa Nabi Yunus. Insya Allah hati menjadi lebih tenang karena kita menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT,” tuturnya.

    Meneladani Kesabaran dan Ketundukan

    Melalui pengajian tersebut, KH Habibullah mengingatkan jamaah bahwa setiap ujian yang diberikan Allah SWT mengandung hikmah. Kisah Nabi Ayyub AS mengajarkan kesabaran dalam menghadapi penyakit, sedangkan kisah Nabi Yunus AS mengajarkan pentingnya bertaubat dan kembali kepada Allah ketika menghadapi kesulitan hidup.

    Pengajian Majelis Makrifatullah berlangsung khidmat dan diakhiri dengan dzikir serta doa bersama untuk memohon kesehatan, ketenangan hati, dan keberkahan bagi seluruh jamaah.

    (Ari Wu)

    Post Views: 11
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Usia Lanjut Santri Lansia di Sleman Gigih Belajar Membaca Iqro 1 

    Juni 21, 2026

    Sambut 1 Muharram 1448 H, Pemdes Cimahi dan Warga Gelar Pawai Obor Penuh Antusiasme

    Juni 15, 2026

    Tak Kenal Usia untuk Belajar, Pengajian Majelis Makrifatullah Dorong Lansia Tetap Produktif dan Religius

    Juni 14, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Buol Sukses Gelar TPN XIII, Wakil Bupati Tegaskan Guru Garda Terdepan Pembangunan SDM

    Juni 21, 2026

    Rahasia Kesembuhan dan Ketenangan Hati, Jamaah Majelis Makrifatullah Diajak Amalkan Do’a Para Nabi

    Juni 21, 2026

    Usia Lanjut Santri Lansia di Sleman Gigih Belajar Membaca Iqro 1 

    Juni 21, 2026

    Sriwijayanti Budiono Serap Aspirasi Warga Hulubalang, Siap Perjuangkan Peningkatan Jembatan

    Juni 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.