INDRAMAYU – Kepolisian Sektor (Polsek) Karangampel terus intensif melakukan langkah preventif untuk melindungi calon pekerja migran Indonesia (PMI) dari potensi kejahatan transnasional. Kapolsek Karangampel, AKP Maryudi, S.H., bersama Kanit Intelkam Aiptu M. Anwarudin menggelar pembinaan dan penyuluhan kepada para peserta pelatihan di sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja Luar Negeri (LPK-LN) di wilayah hukumnya, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini difokuskan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai tren kejahatan di luar negeri yang kerap menyasar calon PMI, khususnya modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyalahgunaan narkoba.
AKP Maryudi menjelaskan bahwa modus TPPO saat ini semakin beragam dan canggih. Oleh karena itu, edukasi langsung kepada calon pekerja menjadi kunci agar mereka tidak terjebak dalam jaringan perdagangan manusia.
“Kami sampaikan langsung ke peserta LPK-LN tentang modus Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO yang sekarang makin beragam. Mereka harus paham risiko dan cara menghindarinya sejak dini,” kata AKP Maryudi di sela kegiatan.
Selain isu TPPO, Kapolsek juga menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba di negara tujuan. Ia mengingatkan bahwa banyak kasus di mana pekerja migran dijadikan kurir narkoba oleh sindikat internasional dengan iming-iming gaji besar atau bonus tambahan.
“Jangan mudah tergiur janji manis. Pahami dulu kontrak kerja, ketahui negara tujuan, dan pastikan jalur keberangkatan kalian resmi dan legal,” tegas Maryudi.
Sementara itu, Kanit Intelkam Aiptu M. Anwarudin menambahkan bahwa peserta dibekali strategi praktis untuk mencegah kejahatan tersebut sejak masih berada di kampung halaman. Langkah-langkah pencegahan meliputi pengecekan legalitas perusahaan penyalur (P3MI), pengamanan dokumen pribadi (paspor, visa, kontrak kerja), serta penyimpanan nomor darurat seperti kontak Kantor Perwakilan RI (KBRI/KJRI) dan kepolisian setempat di negara tujuan.
“Kalau ada hal yang mencurigakan selama proses atau saat bekerja, jangan ragu untuk segera lapor ke kami (Polsek) atau keluarga di tanah air,” ujar Anwarudin.
Pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Karangampel dalam menekan angka kejahatan transnasional terhadap warga masyarakatnya. Mengingat Kabupaten Indramayu dikenal sebagai salah satu kantong terbesar pengirim tenaga kerja luar negeri di Jawa Barat, edukasi sejak tahap pelatihan di LPK dinilai sangat krusial.
AKP Maryudi berharap melalui kegiatan ini, calon pekerja migran asal Karangampel dapat berangkat dengan lebih siap, waspada, dan terlindungi.
“Target kami sederhana: berangkat aman, kerja tenang, dan pulang membawa hasil serta keselamatan. Itu yang ingin kami wujudkan bersama,” pungkasnya. (Fif)

