INDRAMAYU – Dedi Aryanto, SE resmi kembali menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Indramayu periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) HNSI Indramayu Tahun 2026.
Muscab yang digelar di Balai Pertemuan Nelayan Juntinyuat, Kamis (21/5/2026), berlangsung solid dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh 17 Rukun Nelayan (RN) se-Kabupaten Indramayu hadir dan sepakat kembali memberikan mandat kepada Dedi Aryanto untuk memimpin organisasi nelayan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD HNSI Jawa Barat H. Iwan Mustofa, SE., MM., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Indramayu Edi Umaedi, perwakilan Syahbandar UPP Kelas III, Kasatpolair Polres Indramayu, Danpos AL Karangsong, unsur Muspika Juntinyuat, hingga para ketua KUD Mina dan KPL.
Fokus Selesaikan Masalah Klasik Nelayan
Dalam sambutannya, Dedi Aryanto menegaskan komitmennya untuk langsung bekerja dan tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang kembali diberikan.
“Ini amanah besar. Kita akan gaspol bersama seluruh pengurus, 17 RN, dan pemerintah daerah. Fokus kita jelas: selesaikan persoalan klasik nelayan seperti BBM subsidi, alat tangkap, permodalan, hingga jaminan keselamatan melaut,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan nelayan selama ini tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
HNSI Harus Jadi Rumah Besar Nelayan
Dedi juga menekankan bahwa pada periode keduanya ini, HNSI harus benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh para nelayan.
“HNSI harus menjadi rumah besar nelayan. Kita akan perkuat kelembagaan, dorong pelatihan, buka akses pasar, dan kembangkan diversifikasi usaha, termasuk untuk keluarga nelayan,” ujarnya.
Ia optimistis kesejahteraan nelayan bukan hal mustahil jika semua stakeholder berjalan dalam satu visi.
Dorong Sinergi dan Pengelolaan Laut Berkelanjutan
Lebih lanjut, Dedi menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengelola potensi kelautan Indramayu.
“Pemerintah, KUD Mina, KPL, swasta hingga aparat keamanan harus satu frekuensi. Laut Indramayu ini kaya, jangan sampai nelayan kita hanya jadi penonton,” katanya.
Diawali HUT HNSI ke-53
Sebelum Muscab, rangkaian kegiatan diawali dengan peringatan HUT HNSI ke-53 yang diisi dengan penanaman pohon buah sebagai simbol dukungan terhadap ketahanan pangan, silaturahmi nelayan, potong tumpeng, dan doa bersama.
Dengan terpilihnya kembali Dedi Aryanto, diharapkan HNSI Indramayu semakin kuat dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan nelayan, serta mampu mendorong kemajuan sektor perikanan daerah secara berkelanjutan. (Fif)

