INFOTIPIKOR.COM | BUOL – Anggota DPRD Kabupaten Buol, Lae T. Wangi. bersama pemerintah desa dan masyarakat, melakukan perbaikan jembatan di Desa Bungkudu yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir.
Jembatan tersebut diketahui sudah mengalami kerusakan yang cukup signifikan akibat banjir beberapa waktu lalu, namun belum juga mendapat perbaikan,
Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat terutama dalam akses transportasi masyarakat, terlebih jalan tersebut merupakan akses penghubung di beberapa desa serta akses jalan distribusi hasil pertanian.
Melihat kondisi tersebut, Anggota DPRD Buol Fraksi Nasdem Lae T. Wangi, mengambil inisiatif untuk bergerak cepat dengan menggandeng Pemerintah Desa Bungkudu serta masyarakat setempat, melakukan aksi swadaya mulai dari penimbunan hingga pembenahan struktur jembatan agar kembali bisa dilalui dengan aman.
Lae T. Wangi kepada media ini menyampaikan, bahwa penimbunan jembatan Desa Bungkudu, Kecamatan Bukal, adalah Inisiatif pribadi yang kemudian melakukan koordinasi dengan pemerintah Desa serta bergotong royong bersama masyarakat.
“Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama. Karena jembatan ini sangat vital bagi masyarakat, maka kita tidak bisa menunggu terlalu lama,” ujar Lae.
Lae juga menambahkan, bahwa perbaikan jembatan tersebut adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat, lebih-lebih kami yang merupakan perwakilan rakyat dari wilayah tersebut.
“Kami sebagai anggota DPRD akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan hal-hal yang bisa kami lakukan, dan semoga ini menjadi kilas balik dan langkah kongkrit dalam membangun Kabupaten Buol kedepannya,” tambahnya.
Pemerintah Desa dan warga pun menyambut baik langkah tersebut. Mereka turut berpartisipasi aktif dalam proses perbaikan sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap fasilitas umum di Desa mereka.
Dengan adanya perbaikan ini diharapkan akses masyarakat kembali lancar, dan aktivitas sehari-hari bisa berjalan normal. Selain itu, langkah kolaboratif ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara wakil rakyat, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan di daerah,” pungkasnya. (Moh Fharsi)

