Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Dewan Pendidikan DIY Bekerjasama dengan Yayasan Kiwari, Mengadakan Sarasehan Nilai-nilai PKJ di Pondok Pesantren
    Daerah

    Dewan Pendidikan DIY Bekerjasama dengan Yayasan Kiwari, Mengadakan Sarasehan Nilai-nilai PKJ di Pondok Pesantren

    By RedaksiMei 24, 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INFOTIPIKOR.COM | YOGYAKARTA – Sosialisasi pendidikan khas Yogyakarta untuk pondok pesantren, telah diselenggarakan di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga (DIKPORA) DIY.

    Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Dewan Pendidikan (Wandik) Propinsi DIY, dan Yayasan Kiwari (Pondok Pesantren Ma’rifatullah), bertempat di Aula Dikpora DI Yogyakarta, Kamis (22/5).

    Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut adalah Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd (Ketua Dewan Pendidikan DIY), perwakilan Kepala Dinas Dikpora DIY dan moderator Dr. Haryadi Baskoro MA, M. Hum (Forum Ketahanan dan Pembangunan Nasional) serta Suharmanto, STJ (Pembina Yayasan Kiwari).

    Dalam sambutannya, perwakilan Kepala DIKPORA DIY Dr.Haryadi Baskoro,MA, M.Hum menekankan pentingnya moderasi beragama dalam ruang publik, sementara fanatisme beragama berlaku untuk internal.

    ” Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan seperti, fokus pada pelaksanaan, sikap mendidik, ramah tamah, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta memahami asal-usul dan tujuan hidup,” ujarnya.

    Baca Juga:  Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Farhan: Bandung Kota Belanja Paling Menyenangkan

    Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan DIY, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd, menjelaskan, bahwa pendidikan khas Yogyakarta perlu dipadukan dan diterapkan di pondok pesantren, begitu pula sebaliknya.

    “Ada Enam unsur pendidikan khas Yogyakarta, yaitu Kraton Ngayogyakarta, Kadipaten Pakualaman, Muhammadiyah, pondok pesantren, Taman Siswa, dan pendidikan modern/Barat,” jelasnya.

    Lanjut, diingkapkan Sutrisna, nilai-nilai pesantren diyakini dapat berkontribusi pada pendidikan khas Yogyakarta, yang berorientasi pada pembangunan adab dan kemanusiaan.

    Prof. Sutrisna juga membeberkan filosofi “sedikit tapi berkah” dalam budaya Yogyakarta, yang mendorong untuk mensyukuri apa yang diamanahkan agar menjadi manfaat bagi banyak orang.

    Integrasi pendidikan khas Yogyakarta dan pondok pesantren,  diharapkan dapat memperkaya khazanah pendidikan di wilayah tersebut.

    Baca Juga:  Dugaan Cacat Substansial Massal: Dokumen Pemilihan 7 Proyek Tanggul Pantai di Morowali Disebut "Pembangunan Kantor Baru"

    ” Acara sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam upaya memadukan nilai-nilai pendidikan khas Yogyakarta dengan sistem pendidikan pondok pesantren. Kolaborasi antara Dewan Pendidikan, Dikpora DIY, dan Yayasan Kiwari (pondok pesantren Ma’rifatullah) diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di Yogyakarta dan sekitarnya,” harap Sutrisna.

    Dalam acara tersebut di hadiri 80 peserta lebih dari Dikpora DIY, Dewan Pendidikan DIY, Kepala Dinas Pendidikan se DIY, Peradi, Ikatan Wartawan Online Indonesia, perwakilan pondok pesantren se DIY, Sabilul Falah Yabun Gunung kidul, Majelis Umat Kristiani Indonesia (MUKI), dan dari Magelang Perhimpunan Cahaya Semesta Jaya (CSj), Bank Syariah Indonesia Cabang Kota, serta tokoh-tokoh masyarakat dan Akademisi

    (Ari/Infotipikor.com)

    Post Views: 462
    Dr.Haryadi Baskoro M.Hum M.Pd MA prof.Dr.Suyrisna Wibawa Wandik DI Yogyakarta Yayasan Kiwari
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Miris! Gaji PPPK Paruh Waktu di Buol Hanya Rp188 Ribu, DPRD Siap Dalami ke BKPSDM

    September 1, 2026

    Disoroti Kemenangan Penawar Harga Tertinggi di Tender TPA Cikolotok, Sekda Purwakarta Sri Jaya Midan Lempar Bola ke UKPBJ

    September 1, 2026

    Bantah Tudingan Penyalahgunaan Dana Tambang, Kades Bodi: Itu Bantuan Sukarela untuk Pembangunan Desa dan Rumah Ibadah

    September 1, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Miris! Gaji PPPK Paruh Waktu di Buol Hanya Rp188 Ribu, DPRD Siap Dalami ke BKPSDM

    September 1, 2026

    Peringati Maulid Nabi, Kades Cimahi Asep Saepul Bahrie Ajak Warga Mengagungkan Kelahiran Rasulullah; Camat Dikky: Jadikan Suri Tauladan Nyata

    September 1, 2026

    Disoroti Kemenangan Penawar Harga Tertinggi di Tender TPA Cikolotok, Sekda Purwakarta Sri Jaya Midan Lempar Bola ke UKPBJ

    September 1, 2026

    Bantah Tudingan Penyalahgunaan Dana Tambang, Kades Bodi: Itu Bantuan Sukarela untuk Pembangunan Desa dan Rumah Ibadah

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.