Menu

Mode Gelap
Polres Purwakarta,Raih Penghargaan Peringkat Pertama IKPA Dari KPPN Purwakarta Keren,Anak Anggota Satpolairud Polres Purwakarta Sabet 9 Medali di West Java Swimming Competition 2022 Polisi Di Purwakarta,Amankan Dua Dari Lima Pelaku Pengeroyokan Seorang Pemuda Warga Munjul Jaya Polsek Purwakarta Kota,Intensif Lakukan Patroli Blue Light Guna Berikan Rasa Aman dan Nyaman Di Masyarakat Guna Wujudkan Wilayah Aman dan Kondusif,Jajaran Polsek Pasawahan Intensif Gelar KRYD

Politik & Hukum · 26 Des 2022 19:14 WIB ·

Videonya Dicatut dan Diedit, Kyai Maman: Politik perlu Kejujuran,Bukan Manipulasi


 Videonya Dicatut dan Diedit, Kyai Maman: Politik perlu Kejujuran,Bukan Manipulasi Perbesar

Jakarta,Infotipikor.com – Dinamika politik menjelang Pilpres tahun 2024 makin kencang saja. Sayangnya, masih saja ada pihak-pihak yang menggunakan serangan hoaks dan propaganda sebagai alat politik kelompok tertentu.

Kali ini anggota DPR RI, KH. Maman Imanulhaq yang menjadi korbannya, wajah Politisi PKB itu nampang di sebuah video berjudul
“Sampai Gak Muat, Ribuan Warga Nahdliyin Serbu Deklarasi Anies” yang diunggah melalui channel youtube Fakta Aktual Terkini.

Parahnya, video Kyai Maman dijadikan prolog yang isinya propaganda, penggiringan opini yang mendukung salah satu Bacapres tertentu. Video Kyai Maman yang tengah berbicara dengan mengenakan masker, diedit dengan menggunakan suara orang lain yang mendukung kebijakan Anies Baswedan.

Kyai Maman pun dengan tegas membantah isi pernyataan yang ditampilkan dengan mengenakan wajahnya itu. Menurut Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi itu, video tersebut adalah fitnah keji terhadap sosok dirinya. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah membuat pernyataan seperti itu.

“Politik perlu kejujuran, bukan manipulasi. Jangan sampai politik kita hanya diisi oleh narasi manipulatif, provokatif, dan fitnah untuk kepentingan politik tertentu. Dan yang penting, sebagai kader PKB saya hanya akan mendukung yang diputuskan Partai,” kata Kyai Maman kepada wartawan, Senin (26/12).

Kyai Maman pun mengajak masyarakat untuk terlibat pada upaya pemberantasan hoaks. Tidak bisa, katanya, penegakan hukum berjalan sendiri saja tanpa keterlibatan warganet di berbagai platform media sosial. Setidaknya ia berharap warganet ikut mereport akun-akun yang isinya narasii memecah belah dan fitnah.

Selain itu, Kyai Maman pun meminta elite untuk berhenti berafiliasi atau mendukung cara-cara black campaign, ataupun negative campaign yang digunakan pada proses pemilu dan pilpres.

“Politik harus diisi dengan perang narasi yang mencerdaskan, saling lempar argumen dan gagasan dalam upaya pembangunan negara. Bukan diisi dengan perang siber yang isinya hoaks dan fitnah sana-sini,” ujar Kyai Maman menambahkan.

Munculnya video yang diupload oleh channel youtube dengan jumlah subscriber mencapai 69,2K ini, kata Kyai Maman, membuktikan bahwa politik nasional saat ini masih jauh dari harapan publik yang inginnya dijalankan dengan cerdas dan beradab.

(Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dua Tokoh Angkat Bicara,Atas Dugaan Sikap Sombong dan Arogansi Kadis Pertanian Buol Kepada Wartawan

8 Mei 2023 - 09:18 WIB

Ketum KPPI-SU : Figur Sandiaga Uno Cawapres Yang Tepat

1 Mei 2023 - 16:30 WIB

Lapas Sukamiskin Bandung,Membuka Jam Kunjungan Selama 3 Hari Bagi Keluarga Inti Warga Binaan

22 April 2023 - 20:13 WIB

Lapas Sukamiskin Bandung,Lakukan Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri Tahun 2023

22 April 2023 - 20:04 WIB

Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri kepada 463 Warga Binaan,di Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung

22 April 2023 - 19:57 WIB

Sosialisasi Penyebarluasan Perda Provinsi Jabar,Dilakukan H.Toto Purwanto Sandi,SE,M.I.Pol Anggota DPRD Jawa Barat

13 April 2023 - 20:09 WIB

Trending di Politik & Hukum