Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»TNI - POLRI»Empat Syarat Calon Kapolri Yang Dibutuhkan Indonesia
    TNI - POLRI

    Empat Syarat Calon Kapolri Yang Dibutuhkan Indonesia

    By RedaksiDesember 16, 2020Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INFOTIPIKOR.COM | JAKARTA – Bursa calon Kapolri akhir-akhir ini terus memanas. Pasalnya, pada bulan Januari Kapolri Idam Aziz akan Purna tugas dan Presiden Jokowi harus memilih Kapolri yang benar-benar netral dan diterima semua kalangan.

    “Setidaknya minimal 4 (Empat) syarat yang harus dimiliki calon Kapolri saat ini,” kata Pengamat Kepolisian Sudiarto SH MH,Rabu (16/12/2020),di Jakarta.

    Syarat Pertama:

    Netral maksudnya, bukan dari kelompok partai politik dan pengusaha, apalagi dari kelompok Geng-geng yang santer dibicarakan.

    Artinya, sosok calon Kapolri harus netral dan tidak pernah disorot karena bergabung dalam kelompok-kelompok tertentu. Bukan dari geng Solo, geng Pajaten atau geng Makassar dan dapat diterima semua suku, ras, agama dan golongan.

    “Karena yang kami amati selama ini banyak calon Kapolri yang telah bermanufer politk ke DPR dan pengusaha, bahkan diantara mereka yang ambisi itu terkesan menghalalkan segala cara,” sindirnya.

    Syarat Kedua:

    Menurut Sudiarto, calon Kapolri harus menyandang pangkat Jenderal Bintang Tiga.

    Dengan pangkat Komisaris Jenderal, maka calon Kapolri akan dapat diterima kalangan senior dan junior. Jadi, calon Kapolri jangan lagi melompati hingga Lima generasi seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

    Baca Juga:  Forkopimcam Cibatu Monitoring IPAL SPPG, Pastikan Limbah Aman dan Ramah Lingkungan

    “Syarat ini sangat penting agar dapat mengademkan jenjang kepangkatan di tubuh Polri dan memberikan kesempatan kepada generasi penerus lainnya,” ujar Penanggung jawab Relawan Doakan Jokowi Menang (DJM) 1 Kali ini.

    Syarat Ketiga:

    berpengalaman menghadapi tantangan di Ibukota. Mengapa sosok calon Kapolri harus berpengalaman di ibukota, karena gelombang massa demonstran acap kali terjadi di ibukota.

    Menurut Sudiarto, Presiden harus memilih calon Kapolri yang berpengalaman di ibukota supaya dapat meredam semua gejolak yang terjadi ditengah-tengah masyarakat ibukota.

    “Kita lihat sekarang ini masyarakat terpecah-pecah dengan kondisi suhu politik yang sangat memanas, apalagi gelombang demonstrasi kerap menjadi sorotan di ibukota, karena itu calon Kapolri harus paham situasi Jakarta,” kata Sudiarto yang sudah berkeliling Indonesia untuk memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019 ini.

    Syarat Keempat:

    Berpengalaman menangani penyebaran wabah Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

    Dikatakannya, saat ini banyak negara Eropa yang kembali menghadapi gelombang baru Covid-19. Gelombang baru Covid-19 ini dikhawatirkan lebih buruk dibandingkan gelombang pertama Covid-19. Karena itu, sosok Kapolri juga harus memiliki pengalaman penanganan Covid-19 dan memahami cara Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

    Baca Juga:  Awali Tugas sebagai Kapolsek Campaka, AKP Atik Sakron Silaturahmi ke Ulama

    Sudiarto menekankan calon Kapolri yang dibutuhkan Indonesia saat ini harus dari geng masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

    “Itulah syarat calon Kapolri yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Bukan ikut geng sana dan geng sini, tapi harus netral, Jenderal Bintang Tiga, berpengalaman di Ibukota dan paham penanganan Covid-19 dan PEN,” ujar Advokad kawakan ini dan kerap berkeliling Indonesia untuk menyelesaikan kasus-kasus besar, seperti konflik masyarakat dengan pengusaha dan mafia-mafia peradilan.

    “Masyarakat menginginkan sosok Wakapolri yang tidak masuk geng-gengan dan bersih. Sosok Wakapolri juga dapat menciptakan ibukota aman dan terkendali karena sudah berpengalaman pada saat Pilpres 2019 lalu. Sosok calon Kapolri yang ideal dan mumpuni hanya dimiliki Komjen Gatot Eddy Pramono,” tandasnya

    Untuk itu, Sudiarto berharap Presiden Jokowi jangan sampai salah memilih calon Kapolri ke depan. Sosoknya juga harus bersih dan tidak ambisius serta dekat ke semua tokoh masyarakat dan agama seperti sosok Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.*(Man)

    Post Views: 193
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Forkopimcam Cibatu Monitoring IPAL SPPG, Pastikan Limbah Aman dan Ramah Lingkungan

    Mei 22, 2026

    Awali Tugas sebagai Kapolsek Campaka, AKP Atik Sakron Silaturahmi ke Ulama

    Mei 22, 2026

    IPTU Ridwan Resmi Jabat Kasat Narkoba Polres Buol, Perkuat Pemberantasan Narkotika

    Mei 15, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Dugaan “Bekingan” Mencuat! Selisih Data IPAL PT Metro Pearl Disorot, Audit Independen Mendesak

    Mei 25, 2026

    Putusan MA Sudah Inkracht, Pengelolaan Unbari Belum Dieksekusi

    Mei 25, 2026

    Rekam Jejak Terbongkar! Anggota DPRD Diduga Kendalikan CV Ana Lia, Pernah Terseret Kasus Pengaturan Proyek Bupati

    Mei 25, 2026

    Wabup Buol Buka Operasi Pasar Murah Jelang Idul Adha 1447 H

    Mei 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.