SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Kodim 0732/Sleman resmi memulai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026. Program lintas sektoral tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, melalui upacara di Lapangan Gamelan, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, pada Rabu (15/7/2026).
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, hingga 13 Agustus 2026. Program ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, serta mendorong pemberdayaan masyarakat menuju kalurahan yang lebih mandiri.
Dalam sambutannya, Bupati Harda Kiswaya menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui semangat gotong royong yang selama ini menjadi nilai luhur masyarakat.
“TMMD merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Melalui kebersamaan ini, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” kata Harda.
Sasaran Pembangunan Fisik
Program tersebut melibatkan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) personel TNI yang setiap hari bekerja bersama warga. Pelaksanaannya didukung pendanaan dari APBD Daerah Istimewa Yogyakarta, APBD Kabupaten Sleman, serta swadaya masyarakat berupa tenaga dan dukungan logistik.

Pada sasaran fisik, pembangunan difokuskan di sejumlah dusun di Kalurahan Sendangtirto, meliputi:
* Dusun Sribit: Pembangunan jalan corblok sepanjang 128 meter (lebar 3 meter, tebal 12 cm) disertai talud sepanjang 179 meter.
* Dusun Gamelan: Pembangunan jalan corblok sepanjang 200 meter yang terintegrasi dengan talud sepanjang 200 meter.
* Dusun Karangsari: Pembangunan jalan corblok sepanjang 180 meter beserta gorong-gorong berukuran 3 x 3 meter.
* Dusun Jetak: Pembangunan jalan corblok sepanjang 150 meter serta talud penahan sepanjang 95 meter.
* Rehabilitasi RTLH: Rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk meningkatkan kualitas hunian warga.
Kegiatan Nonfisik untuk Pemberdayaan Masyarakat
Tak hanya pembangunan fisik, TMMD Sengkuyung Tahap III juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), pencegahan stunting, hingga penguatan peran kader Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM).
Bupati Harda berharap seluruh rangkaian kegiatan TMMD dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Ia mengajak warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari semakin kuatnya semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, kami optimistis TMMD akan menjadi penggerak percepatan pembangunan kalurahan, memperkuat ketahanan sosial, serta mendukung terwujudnya Sleman yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (Ari Wu)

