Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Geram dengan Carut-Marut Birokrasi, Masyarakat Soroti Penempatan Pejabat dan Pengelolaan Pembangunan di Morowali
    Daerah

    Geram dengan Carut-Marut Birokrasi, Masyarakat Soroti Penempatan Pejabat dan Pengelolaan Pembangunan di Morowali

    By RedaksiJuli 17, 2026Updated:Juli 17, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ilustrasi gambar kantor Bupati Morowali (foto: AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    MOROWALI – Keresahan masyarakat Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengh terhadap kinerja birokrasi pemerintahan daerah kian memuncak. Tudingan adanya carut-marut dalam pengelolaan birokrasi, khususnya terkait penempatan pejabat struktural, dinilai menjadi salah satu penghambat utama dalam percepatan pembangunan daerah.

    Sejumlah elemen masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyayangkan bahwa rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemkab Morowali seringkali tidak transparan dan terkesan jauh dari prinsip merit system (sistem berbasis kompetensi). Hal ini berdampak langsung pada lambatnya realisasi program-program strategis yang seharusnya menjadi prioritas bagi kesejahteraan warga.

    “Kami melihat banyak posisi kunci diisi oleh orang-orang yang mungkin secara administrasi memenuhi syarat, tetapi kurang memiliki kapabilitas atau rekam jejak yang jelas dalam mendukung pembangunan,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

    Baca Juga:  Pemdes Benteng Bentuk Tim Perumus RKPDes, Kades Tuti: 80 Persen Jalan Selesai, Fokus Selanjutnya Perluasan Kantor Desa

    Kritik tajam juga ditujukan kepada mekanisme perencanaan anggaran yang dianggap tidak sinkron dengan kebutuhan riil di lapangan. Masyarakat menilai bahwa ketidakhadiran perwakilan Pemda Morowali dalam Rapat Koordinasi Program Prioritas Gubernur Sulawesi Tengah baru-baru ini (16/7/2026) adalah puncak dari ketidakseriusan pemerintah daerah dalam menangkap peluang pembangunan dari provinsi.

    “Bagaimana mau maju jika koordinasi saja absen? Ini bukan sekadar masalah kehadiran fisik, tapi mentalitas birokrasi yang merasa ‘paling benar’ sendiri. Padahal, dana pembangunan sangat besar, terutama dari sektor industri, tapi hasilnya tidak terasa maksimal bagi rakyat kecil,” tambah sumber lainnya.

    Penempatan pejabat yang dianggap politis dan tidak profesional dikhawatirkan akan memperparah inefisiensi pelayanan publik. Masyarakat mendesak Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan tata kelola kepegawaian di lingkup Pemkab Morowali.

    Baca Juga:  Dorong Penanggulangan Kemiskinan Lebih Efektif, Komisi IV DPRD Kota Bandung Bahas Perubahan Raperda Inisiatif

    “Masyarakat butuh pemimpin yang bersih, kompeten, dan berorientasi pada hasil kerja nyata, bukan sekadar loyalitas buta. Reformasi birokrasi jangan hanya jadi slogan, tapi harus dibuktikan dengan penempatan orang yang tepat di tempat yang tepat (the right man on the right place),” tegasnya.

    Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari BKPSDMD Kabupaten Morowali terkait tudingan tersebut. Namun, desakan agar transparansi dalam mutasi dan promosi jabatan dibuka seluas-luasnya terus bergema di berbagai lapisan masyarakat Morowali.

    (Redaksi Infotipikor.com)

    Post Views: 112
    # morowali #birokrasi #carut marut #penempatan pejabat pembangunan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Pansus 18 Tekankan Pentingnya Penguatan Bank Bandung Lewat Penyempurnaan Regulasi

    Juli 17, 2026

    Miris! Rapat Koordinasi Program Prioritas Gubernur Sulteng di Morowali Tidak Dihadiri Pemda Kabupaten

    Juli 16, 2026

    Tanggapi Polemik Pengadaan Ayam Petelur, Camat Paleleh Bantah Tudingan Intervensi Desa

    Juli 16, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Pansus 18 Tekankan Pentingnya Penguatan Bank Bandung Lewat Penyempurnaan Regulasi

    Juli 17, 2026

    Geram dengan Carut-Marut Birokrasi, Masyarakat Soroti Penempatan Pejabat dan Pengelolaan Pembangunan di Morowali

    Juli 17, 2026

    Kodim 0616/Indramayu Hadir di MPLS: Tanamkan Nilai Berakhlak Mulia dan Cinta Tanah Air di SMK NU Kaplongan

    Juli 17, 2026

    Miris! Rapat Koordinasi Program Prioritas Gubernur Sulteng di Morowali Tidak Dihadiri Pemda Kabupaten

    Juli 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.