SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) resmi meluncurkan Program “Sleman Pintar” tahun kedua pada Selasa (26/5). Peluncuran yang berlangsung di Kampus UTY ini menandai perluasan akses pendidikan tinggi gratis bagi masyarakat kurang mampu di Sleman, dengan mengusung misi mulia “Satu Keluarga Satu Sarjana”.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda, serta perwakilan dari berbagai mitra industri dan pemangku kepentingan lainnya.
Konsep Belajar Sambil Bekerja
Program Sleman Pintar menawarkan skema pembelajaran unik yang menggabungkan pendidikan akademik reguler dengan pengalaman kerja nyata. Mahasiswa akan menjalani perkuliahan teori di kampus selama dua tahun, kemudian dilanjutkan dengan program magang intensif selama 1,5 tahun di perusahaan mitra. Selama masa magang di industri, mahasiswa juga akan menerima uang saku.
Rektor UTY, Dr. Bambang Moertono Setiawan, menjelaskan bahwa program tahun ini mengalami pengembangan signifikan dibandingkan tahun perdana. Jika sebelumnya hanya tersedia tiga program studi, kini jumlah prodi bertambah menjadi 20 bidang studi lintas disiplin.
“Cakupan program studi kini lebih luas, mulai dari teknik, komputer, sains, hingga sosial dan pariwisata,” ujar Bambang. Ia menekankan bahwa skema ini dirancang untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan siap bersaing di dunia kerja.
Dukungan Penuh Pemkab Sleman
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara UTY dan dunia usaha. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan.
“Kami sangat berterima kasih kepada UTY dan para mitra industri karena manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat. Pemkab Sleman akan terus mendukung keberlanjutan Program Sleman Pintar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan melalui pendidikan yang inklusif,” kata Harda.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menambahkan bahwa kombinasi antara kuliah gratis dan pengalaman kerja menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menjadi mandiri dan berdaya saing tinggi. “Ini menjadi modal besar untuk masa depan mereka,” tegasnya.
Perluasan Kemitraan Industri
Untuk mendukung kelancaran program magang, UTY juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (MoU) dengan sejumlah perusahaan baru. Mitra industri yang terlibat antara lain PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT Sinar Mulia Teknalum, CV Julang Marching Pratama, PT Media Sarana Data, CV Global Mitra Perkasa, PT Indo Tecno Medic, CV Tirta Shahadah, dan PT Mari Belajar Indonesia Cerdas.
Kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor industri ini diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia Sleman yang unggul, terampil, dan siap kerja, sekaligus menjadi solusi konkret dalam menekan angka kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan. (Ari Wu)

