SLEMAN – Pengajian pekanan Majelis Makrifatullah yang digelar di Masjid Jamilah, Dusun Banaran RT 02 RW 31, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Yogyakarta, Ahad (17/05/2026), berlangsung khidmat dan sarat makna.
Kegiatan rutin tersebut diisi dengan sinau bareng (belajar bersama) berlandaskan Al-Qur’an, yang diikuti jamaah dari berbagai kalangan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ari mengangkat kisah Nabi Yusuf AS sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surat Yusuf ayat 46–49. Ayat tersebut mengisahkan peristiwa ketika Nabi Yusuf menakwilkan mimpi Raja Mesir tentang tujuh sapi gemuk yang dimakan tujuh sapi kurus, serta tujuh tangkai gandum hijau dan tujuh tangkai kering.
Dari tafsir tersebut, Nabi Yusuf menjelaskan akan datang tujuh tahun masa subur yang kemudian diikuti tujuh tahun masa paceklik. Tidak hanya menafsirkan, Nabi Yusuf juga memberikan solusi strategis dengan menyimpan sebagian hasil panen sebagai langkah antisipasi menghadapi krisis pangan.
Menurut Ustadz Ari, kisah tersebut mengandung pelajaran penting tentang pentingnya membangun ketahanan dan kedaulatan pangan sejak dini.
“Ini bukan hanya kisah, tapi strategi. Nabi Yusuf mengajarkan manajemen pangan—bagaimana menyiapkan masa sulit sejak masa lapang,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat memulai langkah sederhana dari rumah dengan memanfaatkan pekarangan untuk menanam kebutuhan sehari-hari.
“Tanaman seperti singkong, pepaya, ubi, cabai, terong, serai, jahe, dan lainnya bisa ditanam sendiri untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong jamaah untuk mendukung program swasembada pangan nasional yang tengah digencarkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Menurutnya, upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian harus diimbangi dengan partisipasi aktif masyarakat.
“Mari kita mulai dari rumah. Pekarangan, kebun, bahkan lahan kecil bisa dimanfaatkan dengan sistem tumpang sari agar lebih produktif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pengajian ditutup dengan pembacaan hamdalah, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar membaca Iqra bagi para santri lansia sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan di lingkungan Majelis Makrifatullah. (Ari Wu)

