INFOTIPIKOR.COM | ACEH TENGGARA – Seorang pria berinisial I.M. (40) diamankan aparat kepolisian terkait kepemilikan narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (31/03/2026) malam.
Penangkapan dilakukan sekitar pukul 20.30 WIB di Desa Purwodadi. Aksi tersebut bermula dari informasi masyarakat yang diterima oleh personel Polsek Badar, dan Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara terkait adanya seorang pria yang menguasai narkotika jenis sabu.
Saat petugas menuju lokasi, didapati seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan berada di depan mesin ATM, tepatnya di depan Rumah Sakit Umum H. Sahudin. Ketika didekati, pria tersebut sempat menjatuhkan sebuah bungkusan ke lantai.
Petugas yang sigap langsung mengamankan pria tersebut dan memeriksa benda yang dijatuhkan. Setelah diperiksa, bungkusan tersebut diketahui berisi narkotika jenis sabu dengan berat 0,27 gram yang dibungkus dalam plastik klip bening.
Dari hasil interogasi awal di lokasi, pria berinisial I.M. tersebut mengakui bahwa barang haram tersebut adalah miliknya. Tanpa perlawanan, pelaku kemudian dibawa ke Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, S.I.K melalui Plt Kasi Humas Ipda Patar Erwinsyah Nababan, S.H, melalui keterangan singkatnya menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukum Polres Aceh Tenggara, serta mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi guna menjaga lingkungan tetap bersih dari peredaran narkoba,” ujarnya.
Sementara Ketua Lembaga Anti Narkotika Nasional (LANN) Aceh Tenggara Habibullah, berharap agar proses pengembangan kasus-kasus narkotika tidak berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan, melainkan mampu menelusuri hingga ke jaringan yang lebih luas.
Ia menekankan pentingnya penanganan yang lebih efektif dan transparan di segala lini, sehingga pengungkapan kasus tidak terkesan parsial.
“ Harapan kami, proses pengembangan kasus narkotika di Aceh Tenggara bisa jauh lebih efektif, lebih terbuka, dan benar-benar mengungkap jaringan dibaliknya,” harapnya.
Menurutnya desakan tersebut sejalan dengan capaian Polres Aceh Tenggara yang sepanjang tahun 2025 berhasil mengungkap 119 kasus narkotika dengan 206 tersangka. Capaian ini dinilai sebagai bukti komitmen kuat aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut, meski tetap diharapkan adanya peningkatan dalam pengembangan kasus.
Pengungkapan ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi para pelaku sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika di Aceh Tenggara,” pungkas Ketua LANN Aceh Tenggara. (Redaksi)

