Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»TNI - POLRI»Hindari Disharmonisasi, Uu Ruzhanul Ingin Organisasi Pemerintahan Desa Melebur Jadi Satu
    TNI - POLRI

    Hindari Disharmonisasi, Uu Ruzhanul Ingin Organisasi Pemerintahan Desa Melebur Jadi Satu

    By RedaksiDesember 6, 2020Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    INFOTIPIKOR.COM | KAB. KUNINGAN — Demi terciptanya sinergitas antar perangkat di Pemerintahan Desa, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum, berwacana ingin organisasi atau asosiasi perangkat desa di Jawa Barat melebur jadi satu kesatuan.

    Diketahui selama ini terdapat beberapa organisasi berbeda yang menaungi para perangkat desa. Seperti diantaranya, Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Forum Sekdes, bahkan ada organisasi yang menghimpun para aparatur desa lainnya.

    “Saya berharap ada satu gerakan dalam perhimpunan pemerintahan di desa yang selama ini ada beberpa asosiasi. Pertama misalnya ada APDESI (Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia), Persatuan Perangkat Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (PPDI), Forum Sekdes, bahkan ada beberapa lagi yang lain,” ungkap Wagub Jabar, Uu Ruzhanul, usai hadiri kegiatan Saba Desa DPD APDESI Jawa Barat, di Aula Kantor DPC APDESI Kuningan JL. Moh. Yamin Desa Kedung Arum Kab. Kuningan, Minggu (05/12/2020).

    “Harapan kami organisasi pemerintahan yang ada di desa melebur jadi satu. Karena semua perangkat desa merupakan satu kesatuan. Kepala Desa, dengan Sekdes, para Kaur, para Kadus, Jadi merupakan satu kesatuan yakni Pemerintah Desa,” tambahnya.

    Baca Juga:  GERAK CEPAT! Polsek Campaka Amankan 35 Orang dan 24 Motor dalam Aksi Balap Liar di Desa Cimahi

    Kang Uu– sapaan Wagub Jabar — khawatir kalau setiap perangkat desa ditampung pada wadah yang berbeda, kedepan akan terjadi gesekan, atau bahkan disharmonisasi. Sebab dari setiap himpunan atau asosiasi pasti ingin jadi yang terbaik. Maka akan hadir persaingan semu.

    “Sebab yang namanya organisasi wajar kalau ingin paling menonjol dari yang lainnya,” tambah Dia.

    “Kekhawatiran kami terjadi gesekan- gesekan yang menimbulkan ketidak harmonisan pemerintahan di desa. Kalau sudah tidak harmonis pemerintahan di desa nanti ada saling jegal, saling menjelek- jelekan. Saling buka kekurangan. Berawal dari persaingan organisasi yang berujung pada persaingan perorangan di pemerintahan desa itu sendiri,” tambah Kang Uu.

    Meskipun, lanjut sosok Panglima Santri, memang semua elemen masyarakat punya hak untuk berkumpul dan berserikat dengan dilindungi undang- undang. Namun demi selarasnya pembangunan, dan sinergisnya program pelayanan kepada masyarkat maka Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar, khususnya Dirinya ingin ada hanya satu organisasi yang mewadahi pemerintahan desa.

    “Bisa dengan melebur semuanya ke satu organisasi yang sudah ada, atau bahkan dibuat wadah baru dengan susunan kepengurusan baru,” tambah Kang Uu.

    Baca Juga:  Polda DIY Laksanakan Serah Terima Jabatan Dirreskrimum dan Kapolresta Yogyakarta

    Untuk itu, Kang Uu akan segera berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terkait usulan yang digagasnya. Ia pun akan segera mengumpulkan para pengurus asosiasi pemerintahan desa untuk melakukan diskusi terkait usulan yang disebutkannya.

    Disamping itu, Kang Uu juga mengaku sempat mengungkapkan pemikirannya tersebut ke sejumlah kepala daerah, Bupati/ walikota, dan sebagian besar setuju. “Langkah- langkah kedepan kami akan agendakan pembicaraan dahulu akan mengundang Ketua APDESI dan kepengurusannya, PPDI dan forum Sekdes, kemudian nanti akan ada lokakarya, focus group disscusion, atau sosialisasi,” Jelas Kang Uu.

    Hal itu penting, untuk membangun persepsi yang sama terkait pembangunan desa di Jabar. Sehingga saat ada pencanangan program, atau penyerapan aspirasi, maka perangkat desa akan punya satu suara.

    “Ini dilakukan supaya satu suara, sama semuanya, harapan kami, seperti itu, kebersamaan jelas memiliki kekuatan. Karena isinya (organisasi) itu- itu juga. Kami berharap kebersamaan seluruh perangkat desa yang ada di Jawa Barat ini,” harap Kang Uu.*(Man)

    Views: 294
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Polda DIY Laksanakan Serah Terima Jabatan Dirreskrimum dan Kapolresta Yogyakarta

    November 5, 2026

    Sinergi Polri-TNI dan Warga, Polsek Campaka Tuntaskan Pohon Tumbang di Jalan PTPN Cikumpay

    Oktober 30, 2026

    GERAK CEPAT! Polsek Campaka Amankan 35 Orang dan 24 Motor dalam Aksi Balap Liar di Desa Cimahi

    Oktober 29, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Bupati Sleman Kukuhkan 32 Pengurus JPSM Sehati Periode 2026–2029, Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah Mandiri

    November 7, 2026

    Bawa Misi Besar ke Kancah Internasional, Bupati Buol Lepas Kontingen LASQI dan Lipu Celebes Cultural Festival

    November 7, 2026

    FORMAJI Desak Disdik Jabar Klarifikasi Pengelolaan Anggaran 2025–2026, Surat Sejak 21 September 2026 Tak Kunjung Dibalas

    November 6, 2026

    Naturindo Group Kukuhkan Diri sebagai Sponsor Utama JICE 2026, Bawa Jamu Modern Indonesia ke Panggung Global

    November 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.