BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Kota Bandung. Bantuan tersebut mencakup 200 unit becak listrik bagi penarik becak tradisional, serta perangkat teknologi pendidikan berupa tablet pintar dan kacamata pintar bagi siswa, termasuk penyandang disabilitas.
Penyerahan simbolis dan keterangan terkait bantuan ini disampaikan Wali Kota Farhan di Kodim 0618 Kota Bandung, Jumat (18/9/2026). Dalam sambutannya, Farhan juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian besar terhadap keluarga besar anggota veteran di Kota Bandung.
Mekanisme Penyaluran Becak Listrik
Farhan menjelaskan bahwa 200 unit becak listrik diperuntukkan bagi penarik becak dengan kriteria khusus, yaitu berusia 55 tahun ke atas, berdomisili di Kota Bandung, dan masih aktif bekerja sebagai penarik becak.
Saat ini, Pemkot Bandung tengah menyiapkan mekanisme penyaluran dan pengoperasian becak listrik tersebut. Salah satu fokus persiapan adalah pembangunan infrastruktur pendukung, yakni Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Becak (SPKLB).
“Kami akan berkoordinasi dengan kecamatan-kecamatan untuk menentukan titik-titik operasional sekaligus mengusulkan lokasi untuk charging atau pengisian daya,” ujar Farhan.
Fungsi sebagai Transportasi Penunjang
Wali Kota menegaskan bahwa becak listrik tidak diarahkan untuk menggantikan transportasi umum utama, melainkan berfungsi sebagai transportasi penunjang (feeder) di lokasi-lokasi tertentu. Pertimbangan medan jalan menjadi faktor penting, mengingat penggunaan di area bertanjakan curam dapat mempengaruhi konsumsi daya baterai.
“Sebagai transportasi umum penunjang, misalnya di kawasan pasar induk atau destinasi wisata tertentu yang jalannya relatif datar dan tidak banyak tanjakan,” jelasnya.
Farhan juga membuka peluang pengembangan konsep “becak wisata” jika nantinya alat transportasi ini dinilai efektif mendukung sektor pariwisata kota. “Kalau untuk becak wisata sih boleh juga, nanti kita pikirkan matang-matang,” tambahnya.
Inovasi Teknologi untuk Pendidikan Inklusif
Selain sektor transportasi, bantuan dari pemerintah pusat juga menyasar peningkatan kualitas pendidikan dan inklusivitas. Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) menerima tablet pintar untuk mendukung aktivitas pembelajaran digital.
Yang paling menarik adalah pemberian kacamata pintar (smart glasses) bagi siswa tunanetra. Perangkat ini dilengkapi dengan kamera yang mampu memindai tulisan dan menerjemahkannya menjadi suara secara real-time.
“Kacamata pintar itu ada kameranya. Saat di-scan, tulisan langsung diterjemahkan ke dalam suara. Ini sangat membantu anak-anak tunanetra untuk mengakses materi pelajaran secara mandiri,” jelas Farhan.
Hadirnya bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para penarik becak tradisional sekaligus mempercepat transformasi digital dan inklusivitas dalam sistem pendidikan di Kota Bandung. (Indra Jaya)

