PURWAKARTA – Sebanyak 459 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Cimahi, Kecamatan Campaka, menerima bantuan sosial (bansos) berupa beras. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Desa (Kades) Cimahi, Asep Saepul Bahrie, di hadapan para penerima manfaat dan aparatur desa pada Kamis (27/8/2026).
Bantuan yang disalurkan merupakan paket beras sebesar 10 kilogram per bulan untuk periode tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan demikian, setiap KK menerima total 30 kilogram beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Dalam sambutannya, Kades Asep Saepul Bahrie berharap agar bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi warga dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup keluarga penerima.
“Kami berharap beras ini benar-benar bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari bapak dan ibu sekalian. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi kita semua,” ujarnya.
Tegas Soal Transparansi Data
Menanggapi isu sensitif terkait transparansi dan akurasi data penerima, Kades Asep memberikan penegasan penting. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Desa Cimahi tidak memiliki wewenang untuk mengatur, menambah, atau mengurangi daftar penerima secara sepihak. Proses seleksi dan validasi data sepenuhnya merupakan tanggung jawab instansi pusat melalui sistem terintegrasi.
“Jangan ada anggapan data diatur oleh pemerintah desa. Kami hanya menyalurkan beras sesuai dengan data yang diberikan oleh dinas terkait, dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),” tegas Asep.
Penegasan ini bertujuan untuk meluruskan persepsi masyarakat dan memastikan bahwa bantuan tepat sasaran berdasarkan indikator kemiskinan dan kerentanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Mekanisme ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kecemburuan sosial di tingkat desa.
Para penerima tampak senang dan bersyukur atas perhatian pemerintah melalui program bantuan pangan ini. Pemdes Cimahi berkomitmen untuk terus mendistribusikan bantuan tersebut secara tertib, adil, dan transparan hingga tahap akhir penyaluran pada bulan September nanti. (Agus Supriadi)

