SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tingkat kabupaten. Pencanangan ini digelar di Lapangan Pemda Sleman pada Jumat (26/6/2026), dengan penekanan utama pada pentingnya partisipasi masyarakat dan pelaku usaha dalam menyediakan data yang akurat.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan bahwa data yang benar, lengkap, dan jujur dari masyarakat merupakan fondasi utama untuk menghasilkan basis data ekonomi yang valid. Data ini akan menjadi landasan krusial dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran.
“Mari seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Sleman menyambut petugas sensus dengan terbuka. Silakan berikan data yang benar, lengkap, dan jujur saat dilakukan pendataan,” ujar Harda dalam sambutannya.
Kegiatan pencanangan tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta, Endang Tri Wahyuningsih; Kepala BPS Kabupaten Sleman, Widhi Pranowo; Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa; serta jajaran Forkopimda dan para pemangku kepentingan lainnya.
Ribuan Petugas Siap Turun ke Lapangan
Kepala BPS Kabupaten Sleman, Widhi Pranowo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan total 1.048 personel untuk menyukseskan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali ini. Jumlah tersebut terdiri atas 922 Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan 126 Petugas Pengawas Lapangan (PML).
Pendataan akan dilakukan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Cakupan pendataan meliputi seluruh aktivitas usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha berskala besar di wilayah Kabupaten Sleman.
“Data yang diperoleh nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai kondisi perekonomian daerah sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan berbagai program pembangunan,” jelas Widhi.
Sleman Punya Potensi Ekonomi Terbesar di DIY
Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menambahkan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi tolok ukur penting dalam menghitung pertumbuhan ekonomi, serta memetakan perkembangan ekonomi digital dan kreatif selama satu dekade terakhir.
Ia menekankan bahwa berbagai kebijakan strategis pemerintah, mulai dari program pelatihan kompetensi hingga penyaluran pembiayaan perbankan, sangat bergantung pada kualitas data hasil sensus.
“Terlebih Kabupaten Sleman memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dengan pertumbuhan yang cukup tinggi. Bahkan, jumlah usaha di Sleman merupakan yang tertinggi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkap Endang.
Melalui momen pencanangan ini, BPS Kabupaten Sleman berharap dukungan penuh dari masyarakat dan pelaku usaha. Keterbukaan dalam menerima kedatangan petugas dan memberikan informasi yang akurat dinilai menjadi kunci tersedianya statistik berkualitas untuk mendorong pembangunan ekonomi yang lebih baik di masa mendatang.
(Ari Wu)

