Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Politik & Hukum»Dugaan Korupsi Rp250 Miliar Mega Mall Bengkulu, Helmi Hasan Diperiksa Kejati sebagai Saksi
    Politik & Hukum

    Dugaan Korupsi Rp250 Miliar Mega Mall Bengkulu, Helmi Hasan Diperiksa Kejati sebagai Saksi

    By RedaksiJuni 16, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JAKARTA – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, resmi diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) terkait pembangunan Mega Mall dan Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu. Pemeriksaan tersebut berlangsung di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, mengingat Gubernur Helmi Hasan sedang berada di ibu kota.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, bersama perwakilan dari National Independent Anti-Corruption Agency of Indonesia (LAN), Aji Pamungkas, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan berjalan lancar karena sikap kooperatif dari Gubernur Helmi Hasan.

    “Kebetulan yang bersangkutan sangat kooperatif, ada di Jakarta, dan bersedia diperiksa,” ujar Anang Supriatna.

    Helmi Hasan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Wali Kota Bengkulu periode 2013–2023, sebelum akhirnya menjabat sebagai Gubernur Bengkulu saat ini. Meskipun demikian, pihak penyidik belum menjabarkan secara detail substansi pertanyaan yang diajukan selama pemeriksaan berlangsung.

    Baca Juga:  KMP dan DLH Bangun Kolaborasi Pengawasan Lingkungan Berbasis Data di Purwakarta

    Tujuh Tersangka Telah Ditetapkan

    Hingga kini, Kejati Bengkulu telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang bermula dari alih status lahan Mega Mall dan PTM Bengkulu dari Hak Pengelolaan Lahan (HPL) pada tahun 2004 menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Ketujuh tersangka tersebut meliputi:
    1. Budi Laksono (Komisaris Utama PT Dwisaha Selaras Abadi)
    2. Ahmad Kanedi (Mantan Wali Kota Bengkulu 2007–2012 dan Mantan Anggota DPD RI)
    3. Kurniadi Begawan (Direktur Utama PT Tigadi Lestari)
    4. Wahyu Laksono (Direktur Utama PT Dwisaha Selaras Abadi)
    5. Hariadi Benggawan (Direktur PT Trigadi Lestari)
    6. Satriadi Benggawan (Komisaris PT Trigadi Lestari)
    7. Chandra D. Putra (Mantan Pejabat Badan Pertanahan Nasional/BPN Kota Bengkulu)

    Modus operandi yang terungkap melibatkan pemecahan sertifikat SHGB untuk Mega Mall dan PTM, yang kemudian diagunkan ke perbankan oleh pihak ketiga. Saat kredit menunggak, sertifikat kembali diagunkan ke bank lain hingga menimbulkan utang piutang kompleks yang merugikan negara.

    Baca Juga:  KMP dan DLH Bangun Kolaborasi Pengawasan Lingkungan Berbasis Data di Purwakarta

    Potensi Kerugian Negara Capai Rp250 Miliar

    Tim audit masih melakukan perhitungan final terkait kerugian negara akibat skema keuangan yang rumit tersebut. Namun, melihat rentang waktu kasus yang telah berlangsung sejak 2004 hingga saat ini, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp250 miliar.

    Pemeriksaan terhadap Gubernur Helmi Hasan menjadi sorotan publik mengingat posisinya sebagai kepala daerah aktif. Kehadiran lembaga pengawas independen seperti National Independent Anti-Corruption Agency of Indonesia (LAN) dalam pendampingan kasus ini diharapkan dapat memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel demi pemulihan aset negara yang hilang. (Aji Pamungkas)

    Post Views: 314
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    KMP dan DLH Bangun Kolaborasi Pengawasan Lingkungan Berbasis Data di Purwakarta

    Juli 6, 2026

    Ketua LANN Aceh Tenggara Dorong Polres Maksimalkan Rehabilitasi bagi Pengguna Narkoba

    Juni 22, 2026

    KPK Akan Periksa Anggota DPR RI Dewi Coryati Terkait Dugaan Keterlibatan dalam Skema Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)

    Juni 21, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Dorong Penanggulangan Kemiskinan Lebih Efektif, Komisi IV DPRD Kota Bandung Bahas Perubahan Raperda Inisiatif

    Juli 7, 2026

    Tepati Janji Politik, H. Nico Antonio Realisasikan Rehabilitasi Jalan Rusak di Dukuh Jeruk

    Juli 7, 2026

    Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Kertamukti Dampingi Petani Jagung di Kampung Cikadu

    Juli 7, 2026

    Perkuat Sinergi TNI-Polri, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Cipinang Sambangi Warga di Warung UMKM

    Juli 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.