Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    INFOTIPIKORINFOTIPIKOR
    Home»Daerah»Polemik Pengupahan di Purwakarta Memanas, Polres Purwakarta Periksa Pengawas Ketenagakerjaan dan Sejumlah Perusahaan
    Daerah

    Polemik Pengupahan di Purwakarta Memanas, Polres Purwakarta Periksa Pengawas Ketenagakerjaan dan Sejumlah Perusahaan

    By RedaksiJuni 12, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    PURWAKARTA – Kasus dugaan pelanggaran norma ketenagakerjaan di Kabupaten Purwakarta memasuki babak baru. Polres Purwakarta melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) telah mulai memeriksa sejumlah pihak terkait, termasuk unsur Pengawas Ketenagakerjaan dari UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Provinsi Jawa Barat serta perwakilan beberapa perusahaan yang dilaporkan.

    Ketua Komunitas Madani Purwakarta (KMP), Zaenal Abidin, mengungkapkan hal tersebut setelah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) pada Juni 2026. Langkah penyidik untuk meminta keterangan dari pihak-pihak terkait dinilai sebagai perkembangan signifikan dalam penanganan laporan masyarakat.

    “Kami mengapresiasi langkah penyidik yang telah menindaklanjuti laporan ini. Pemeriksaan terhadap pengawas ketenagakerjaan dan perusahaan merupakan bagian penting untuk memastikan adanya kepastian hukum atas dugaan pelanggaran yang selama ini meresahkan pekerja,” ujar Zaenal Abidin, Kamis (12/6/2026).

    Dugaan Pelanggaran Normatif Berat

    Laporan yang diajukan KMP bukan sekadar perselisihan hubungan industrial biasa, melainkan menyangkut dugaan tindak pidana pelanggaran norma minimum ketenagakerjaan. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan meliputi:
    * Dugaan pembayaran upah di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Purwakarta;
    * Pelanggaran ketentuan waktu kerja dan ketidakbayaran uang lembur;
    * Dugaan penyalahgunaan status pekerja magang (internship) untuk menghindari kewajiban normatif;
    * Pelanggaran hak-hak normatif lainnya yang diatur dalam undang-undang.

    Baca Juga:  KM. Mahkota Menui Tenggelam di Perairan Pulau Samarengga, 29 Orang Berhasil Dievakuasi ke Pulau Koikoila

    Zaenal menekankan bahwa pelanggaran terhadap norma minimum ini memiliki konsekuensi hukum pidana jika terbukti dilakukan secara sengaja dan sistematis oleh pengusaha.

    Tanda Tanya atas Efektivitas Pengawasan

    KMP juga menyoroti peran instansi pengawasan ketenagakerjaan. Berbagai pengaduan terkait isu ini sebenarnya telah disampaikan sejak tahun 2022, termasuk permohonan sidak melalui DPRD Kabupaten Purwakarta pada tahun 2025.

    “Publik berhak mendapatkan penjelasan transparan mengenai apa saja yang telah dilakukan oleh dinas terkait selama ini. Mengapa pelanggaran terus terjadi? Apakah ada hasil pengawasan sebelumnya? Dan bagaimana perlindungan bagi pekerja yang terdampak?” tanya Zaenal.

    Ia menilai, transparansi dalam proses penyelidikan dan evaluasi kinerja pengawasan sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum ketenagakerjaan di Purwakarta.

    Baca Juga:  Tanggapi Polemik Pengadaan Ayam Petelur, Camat Paleleh Bantah Tudingan Intervensi Desa

    Buruh Menunggu Kepastian, Bukan Sekadar Administratif

    Bagi para buruh, proses administratif berupa surat-menyurat atau rapat koordinasi tidak lagi cukup. Mereka mendesak adanya tindakan nyata berupa penegakan hukum bagi perusahaan yang melanggar, serta pemulihan hak-hak pekerja yang hilang.

    “Yang ditunggu pekerja adalah kepastian hukum. Negara tidak boleh diam. Hukum harus hadir memberikan perlindungan yang nyata. Kepastian hukum dan keadilan merupakan hak setiap warga negara, termasuk buruh,” tegas Zaenal.

    KMP menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka juga mengajak seluruh pekerja di Purwakarta yang mengalami perlakuan serupa—seperti upah di bawah UMK, jam kerja berlebihan tanpa kompensasi, atau eksploitasi status magang—untuk berani melapor.

    KMP menyediakan layanan pengaduan melalui Call Center/WhatsApp di nomor 0819 9058 4548 dengan tagline “Mengawal Keadilan, Membela Hak Pekerja.”

    Hingga berita ini diturunkan, Polresta Purwakarta dan Dinas Tenaga Kerja setempat belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan awal tersebut. (Redaksi)

    Post Views: 134
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi
    • Website

    Berani Karena Benar Tertutup Karena Salah

    Related Posts

    Awal Kepemimpinan Tegas, Kapolres Baru Aceh Tenggara Sita 105 Gram Sabu dalam Operasi di Lawe Alas, LANN Dukung Pengembangan Kasus

    Juli 22, 2026

    BPBD Buol Serahkan Bantuan kepada 1.104 Korban Terdampak Gempa M 5,4

    Juli 22, 2026

    LANN Aceh Tenggara Dorong Kapolres Baru Kembangkan Seluruh Kasus Narkotika hingga Membongkar Jaringan Peredaran

    Juli 21, 2026

    Comments are closed.

    Berita Terbaru

    Polres Purwakarta Ungkap Jaringan Penjualan OKT, Sita Ratusan Tablet Hexymer dan Tramadol

    Juli 22, 2026

    Awal Kepemimpinan Tegas, Kapolres Baru Aceh Tenggara Sita 105 Gram Sabu dalam Operasi di Lawe Alas, LANN Dukung Pengembangan Kasus

    Juli 22, 2026

    BPBD Buol Serahkan Bantuan kepada 1.104 Korban Terdampak Gempa M 5,4

    Juli 22, 2026

    MIO Indonesia Tegaskan Laporan Polisi Terhadap Hotman Paris Demi Bela Marwah Profesi Wartawan, Bukan Upaya Pembungkaman

    Juli 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Beranda
    • REDAKSI
    • TNI – POLRI
    • Ragam & Olah Raga
    • Daerah
    • Sosial & Budaya
    • Nasional
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Kriminal
    • Politik & Hukum
    • Iklan
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.